<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Mahasiswa</title>
<link href="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/42" rel="alternate"/>
<subtitle>Mahasiswa Program Studi Agribisnis</subtitle>
<id>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/42</id>
<updated>2026-05-02T20:29:53Z</updated>
<dc:date>2026-05-02T20:29:53Z</dc:date>
<entry>
<title>Analisis Produksi Pala Di Indonesia</title>
<link href="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4848" rel="alternate"/>
<author>
<name>Bili, Y</name>
</author>
<author>
<name>Sa'diyah, AA</name>
</author>
<author>
<name>Priyambodo, AW</name>
</author>
<id>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4848</id>
<updated>2025-11-12T04:30:07Z</updated>
<published>2025-11-28T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Produksi Pala Di Indonesia
Bili, Y; Sa'diyah, AA; Priyambodo, AW
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan, memprediksi, dan mengkaji produksi pala di India dan Indonesia. Kementerian Pertanian, Badan Pusat Statistik, FAOSTAT, Bank Indonesia, dan sumber-sumber lain, seperti buku, laporan penelitian, makalah, dan jurnal ilmiah, merupakan sumber utama data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini. Untuk mengetahui tren historis, data produksi pala Indonesia dari tahun 1992 hingga 2022 dikaji. Metode Laju Pertumbuhan Tahunan Majemuk (CAGR) dan Laju Pertumbuhan Tahunan Rata-rata (AAGR) kemudian digunakan untuk meramalkan produksi pala untuk tahun 2023–2050. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun terdapat variasi tahunan yang signifikan, produksi pala di Indonesia sebagian besar tumbuh positif karena peningkatan produktivitas dan perluasan lahan. Menjaga stabilitas produksi membutuhkan penggunaan teknologi terbaru dan perhatian yang cermat terhadap faktor-faktor teknis dan lingkungan. Proyeksi produksi hingga tahun 2050 menunjukkan masa depan yang cerah dengan potensi ekonomi yang signifikan bagi sektor pertanian dan ekspor. Meskipun ada upaya untuk meningkatkan produksi pala, hasil produksi Indonesia justru berfluktuasi lebih drastis dibandingkan India, yang telah menunjukkan pola pertumbuhan yang lebih stabil sejak tahun 2016.
</summary>
<dc:date>2025-11-28T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Dampak Penggunaan Media Sosial Terhadap  Pemasaran Tanaman Hias Meja (Ornamenta Plantae)  di PT Graha Mitratama Inovasi</title>
<link href="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4846" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ase, R</name>
</author>
<author>
<name>Mutiara, F</name>
</author>
<author>
<name>Nurhananto, DA</name>
</author>
<id>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4846</id>
<updated>2025-11-11T06:50:44Z</updated>
<published>2025-11-28T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Dampak Penggunaan Media Sosial Terhadap  Pemasaran Tanaman Hias Meja (Ornamenta Plantae)  di PT Graha Mitratama Inovasi
Ase, R; Mutiara, F; Nurhananto, DA
Riset berikut memiliki tujuan mengetahui dampak penggunaan media sosial terhadap pemasaran tanaman hias meja di PT Graha Mitratama Inovasi. Responden dalam penelitian ini adalah penonton atau viewers yang pernah menonton atau berinteraksi dengan konten pemasaran tanaman hias meja PT Graha Mitratama Inovasi melalui media sosial TikTok, Facebook, dan Instagram. Khususnya, penonton yang pernah melihat, menyukai, mengomentari, atau membagikan konten pemasaran tersebut. Responden dipilih melalui purposive sampling, sebuah metode yang memilih sampel sesuai keadaan tertentu untuk menjamin relevansi dan konsistensi data yang dikumpulkan dengan tujuan penelitian. Proses analisis data melalui model interaktif diantaranya tahapan mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Langkah selanjutnya adalah menilai pengaruh pemanfaatan media sosial terhadap pemasaran tanaman hias meja melalui penerapan rumus CTR. (Click-Through Rate). Temuan penelitian ini menunjukkan media sosial yang digunakan dalam pemasaran tanaman hias meja di PT Graha Mitratama Inovasi adalah TikTok, Instagram dan Facebook. Media sosial yang paling berdampak terhadap pemasaran tanaman hias meja di PT. Graha Mitratama Inovasi adalah Tiktok dengan CTR tertinggi sebesar 50%. Media sosial TikTok memberikan kontribusi terbesar dengan penjualan sebesar Rp 260.000 atau sekitar 76% dari total penjualan, menunjukkan bahwa pemasaran tanaman hias meja di PT. Graha Mitratama Inovasi di platform Tiktok lebih efektif dalam mendorong peningkatan penjualan tanaman hias meja dibandingkan dengan Instagram dan Facebook, dengan memanfaatkan keunggulan platform media sosial Tiktok, PT. Graha Mitratama Inovasi dapat terus meningkatkan efektivitas strategi pemasarannya dalam industri tanaman hias melalui media sosial yang semakin berkembang di era digital saat ini.
</summary>
<dc:date>2025-11-28T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Usahatani Terong Ungu Untuk Meningkatkan Pendapatan Kelompok Tani, Tani Mulya di Desa Tawangargo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang.</title>
<link href="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4845" rel="alternate"/>
<author>
<name>Wulandari, P</name>
</author>
<author>
<name>Arifin, Z</name>
</author>
<author>
<name>Kholil, AY</name>
</author>
<id>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4845</id>
<updated>2025-11-11T06:44:26Z</updated>
<published>2025-11-28T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Usahatani Terong Ungu Untuk Meningkatkan Pendapatan Kelompok Tani, Tani Mulya di Desa Tawangargo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang.
Wulandari, P; Arifin, Z; Kholil, AY
Sektor pertanian memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian Indonesia, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu komoditas hortikultura yang berpotensi dikembangkan adalah terong ungu (Solanum melongena L.). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor produksi, yaitu penggunaan pupuk, pestisida, benih, dan tenaga kerja, terhadap pendapatan petani. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan sensus yang melibatkan 50 responden dari Kelompok Tani Mulya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui regresi linier berganda menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara simultan seluruh variabel memiliki pengaruh signifikan terhadap pendapatan petani. Secara parsial, benih (X3) berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan, sedangkan pupuk (X1), pestisida (X2), dan tenaga kerja (X4) menunjukkan pengaruh negatif signifikan.
</summary>
<dc:date>2025-11-28T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Efektivitas Penggunaan Whatsapp pada Penyuluhan Jeruk Manis di Kelompok Tani Srigading Desa Gadingkulon Kecamatan Dau Kabupaten Malang</title>
<link href="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4844" rel="alternate"/>
<author>
<name>Liwu, PEJ</name>
</author>
<author>
<name>Dyanasari, D</name>
</author>
<author>
<name>Khoirunnisa, N</name>
</author>
<id>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4844</id>
<updated>2025-11-11T06:34:23Z</updated>
<published>2025-11-28T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Efektivitas Penggunaan Whatsapp pada Penyuluhan Jeruk Manis di Kelompok Tani Srigading Desa Gadingkulon Kecamatan Dau Kabupaten Malang
Liwu, PEJ; Dyanasari, D; Khoirunnisa, N
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan penggunaan WhatsApp sebagai alat penyuluhan dan mengevaluasi seberapa baik dukungannya terhadap perluasan jeruk manis di Kelompok Tani Srigading, Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Menggunakan teknik survei, pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan. Prosedur pengambilan sampel acak sederhana yang menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 15% digunakan untuk mengidentifikasi sampel, yang mencakup 32 tanggapan dari 113 produsen jeruk manis yang membentuk populasi penelitian. Wawancara, observasi, dan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data. Selain itu, data dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase untuk menilai keberhasilan penggunaan WhatsApp berdasarkan sejumlah indikator, seperti kemudahan akses informasi, kecepatan komunikasi, tingkat partisipasi petani, pemahaman materi penyuluhan, dan keuntungan aplikasi untuk kegiatan pertanian.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa WhatsApp digunakan secara aktif sebagai sarana komunikasi antara penyuluh dan petani, media penyampaian materi penyuluhan, koordinasi kegiatan kelompok, serta forum diskusi dan pemecahan masalah teknis budidaya jeruk manis. Penggunaan WhatsApp dinilai efektif karena mampu mempercepat penyebaran informasi, meningkatkan interaksi dan partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan, serta mempermudah penyuluh dalam melakukan pemantauan dan evaluasi kegiatan. Dengan demikian, WhatsApp terbukti menjadi media penyuluhan yang efisien, mudah diakses, dan relevan untuk mendukung kegiatan penyuluhan pertanian di era digital.
</summary>
<dc:date>2025-11-28T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
