<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Teknik Kimia</title>
<link href="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/84" rel="alternate"/>
<subtitle>Program Studi S1 Teknik Kimia</subtitle>
<id>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/84</id>
<updated>2026-05-29T23:11:10Z</updated>
<dc:date>2026-05-29T23:11:10Z</dc:date>
<entry>
<title>Pra Rancangan Pabrik Glukosa Dari Sabut Kelapa Sawit Dengan Metode Hidrolisi Asam Kapasitas 70.000 Ton/Tahun Menggunakan Alat Utama Evaporator</title>
<link href="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4162" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nggarang, M.A</name>
</author>
<author>
<name>Ma'sum, Z</name>
</author>
<author>
<name>Anggraini, SPA</name>
</author>
<id>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4162</id>
<updated>2025-03-05T07:25:38Z</updated>
<published>2025-02-28T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pra Rancangan Pabrik Glukosa Dari Sabut Kelapa Sawit Dengan Metode Hidrolisi Asam Kapasitas 70.000 Ton/Tahun Menggunakan Alat Utama Evaporator
Nggarang, M.A; Ma'sum, Z; Anggraini, SPA
Riset berikut mempunyai tujuan sebagai mengetahui dampak  menggunakan kulit kecambah kacang hijau pada pakan pada produksi karkas dan non karkas kelinci keturunan rex. Untuk mengetahui taraf penggunaan kecambah kacang hijau dalam pakan kelinci keturunan rex. Riset berikut dilakukan selama dua bulan, di kandang kelinci yang berlokasi di Kelurahan Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu milik Bapak Joyo. Metode riset yang dilakukan pada riste berikut ialah rancangan acak lengkap (RAL), yang terdapat 4 perlakuan 3 dan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 12 satuan percobaan yang diisi dengan 3 ekor kelinci, sehingga jumlah total kelinci yang diamati adalah 36 ekor kelinci. Pakan perlakuan yang diberikan adalah&#13;
 P0: Rumput lapang 60% + konsentrat 40%                                             &#13;
 P1: Rumput lapang 60% + konsentrat 30% + kulit kkh 10%&#13;
 P2:  rumput lapang 60% + konsentrat 25% + kulit kkh 15%&#13;
 P3: rumput lapang 60% + konsentrat 20% + kulit kkh 20%.&#13;
      Hasil penelitian memaparkan bahwasannya rata-rata bobot Potong ( p0,p1, p2,p3  ) yaitu : 1618,33 gr/ekor; 1559,67 gr/ekor; 1574,33 gr/ekor, dan; 2104,67 gr/ekor, Bobot Karkas, 890,07 gr/ekor; 857,8 gr/ekor; 875,77 gr/ekor, dan; 1377,67 gr/ekor, Persentase Karkas, 55%; 55%; 55,64%, dan; 65,99 %, Bobot Non Karkas, 589,63 gr/ekor; 586,9 gr/ekor; 625,63 gr/ekor dan; 612,43 gr/ekor,Persentase Non Karkas, 36,37%; 37,61%; 39,67%, dan; 29,08 %.   &#13;
      Sesuai dengan riset membahas bisa menyimpulkan bahwa hasil analisis variansi tentang pemberian kulit kecambah kacang hijau pada ransum kelinci Rex pada bobot potong memaparkan hasil yang berbeda sangat nyata (P &lt; 0,05); Hasil analisis variansi tentang pemberian kulit kecambah kacang hijau pada ransum kelinci Rex pada bobot karkas memaparkan hasil yang tidak sama nyata (P &lt; 0,05); Hasil analisis variansi tentang memberikan kulit kecambah kacang hijau pada ransum kelinci Rex terhadap persentase karkas menunjukkan hasil tidak berbeda nyata (P &gt; 0,05); Selain itu, tidak terdapat perbedaan nyata (P &gt; 0,05) persentase non-karkas pada hasil analisis varians penambahan kulit kecambah kacang hijau pada ransum kelinci Rex dibandingkan dengan berat non-karkas pada ransum tersebut.
</summary>
<dc:date>2025-02-28T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pra Rancangan Bangun Pabrik Asam Sitrat Dari Bahan Baku Molase Menggunakan Teknologi Submerged Fermentation Dengan Kapasitas 11.000 Ton/Tahun Mengunakan Alat Utama Tangki Bleacing</title>
<link href="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4082" rel="alternate"/>
<author>
<name>Wabang, AE</name>
</author>
<author>
<name>Iskandar, T</name>
</author>
<author>
<name>Ma'sum, Z</name>
</author>
<id>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4082</id>
<updated>2025-03-05T07:24:47Z</updated>
<published>2024-10-29T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pra Rancangan Bangun Pabrik Asam Sitrat Dari Bahan Baku Molase Menggunakan Teknologi Submerged Fermentation Dengan Kapasitas 11.000 Ton/Tahun Mengunakan Alat Utama Tangki Bleacing
Wabang, AE; Iskandar, T; Ma'sum, Z
Sebagai asam trikarboksilat 2-hidroksi-1,2,3-propana (tata nama IUPAC), asam sitrat, sering disebut sitron, merupakan asam organik lemah dengan rumus kimia C6H8O7. Buah dan sayuran yang tinggi asam sitrat antara lain jeruk nipis, lemon, jeruk purut, nanas, dan jeruk nipis. Sasmita melaporkan, di Indonesia, bisnis makanan dan minuman memanfaatkan 65% asam sitrat, industri deterjen rumah tangga menggunakan 20%, dan 15% sisanya digunakan oleh sektor lain seperti tekstil, kosmetik, dan obat-obatan. Dalam upaya mencari bahan baku baru yang memberikan kadar asam sitrat maksimal, para peneliti sebelumnya telah melakukan berbagai hal untuk mendongkrak produksi asam sitrat di Indonesia. Karena aksesibilitasnya yang luas di seluruh negeri, molase dipilih sebagai bahan baku Pabrik Asam Sitrat yang telah dirancang sebelumnya, sesuai dengan tujuan proyek untuk mendiversifikasi dan meningkatkan nilai ekonomi produk molase.&#13;
Pra-desain pabrik asam sitrat ini diperkirakan berkapasitas 11.000 ton per tahun, dengan penekanan pada ketersediaan pasokan bahan baku molase di Provinsi Jawa Timur (khususnya Kabupaten Malang) pada tahun 2025. Pabrik asam sitrat beroperasi 300 hari dalam setahun menurut dengan rencana metode produksi satu hari. Asam sitrat dibuat melalui proses yang disebut fermentasi terendam. Fermentor jenis Aspergillus niger digunakan. Asam sitrat diproduksi melalui beberapa tahap, termasuk pengolahan awal, fermentasi, pengembangan jamur, pemrosesan produk, dan pengemasan.&#13;
Penjenuhan dan kristalisasi larutan asam sitrat dilakukan dengan peralatan proses yang dikenal sebagai tangki pemutih, yang memiliki laju massa masuk sebesar 6255,7754 kg/jam. Berdasarkan parameter berikut, penilaian ekonomi pra-desain pabrik asam sitrat berbasis molase layak untuk dibangun: Pay Out Time (POT) = 1,19 tahun, Break Event Point (BEP) = 41,21%, Internal Rate of Return ( IRR) = 18,59%, Pengembalian Investasi (ROIbt) = 79%, Pengembalian Investasi (ROIat) = 71%.
</summary>
<dc:date>2024-10-29T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pra Rancang Bangun Pabrik Asap Cair Dari Kulit Durian Dengan Kapasitas 3.700.000 Liter/Tahun Menggunakan Alat Utama Destilator</title>
<link href="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/3918" rel="alternate"/>
<author>
<name>Mufidah, N</name>
</author>
<author>
<name>Anggraini, SPA</name>
</author>
<author>
<name>Iskandar, T</name>
</author>
<id>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/3918</id>
<updated>2024-09-13T04:41:06Z</updated>
<published>2024-08-29T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pra Rancang Bangun Pabrik Asap Cair Dari Kulit Durian Dengan Kapasitas 3.700.000 Liter/Tahun Menggunakan Alat Utama Destilator
Mufidah, N; Anggraini, SPA; Iskandar, T
Maraknya penggunaan bahan pengawet makanan yang berbahaya di lingkungan sekitar, maka perlu inovasi baru yang aman digunakan salahnya dengan asap cair. Karena kandungan fenol dan asam organik merupakan zat utama yang berfungsi sebagai bakteriostatik untuk menghambat perkembangan bakteri. Kulit durian merupakan bahan yang dimanfaatkan untuk membuat asap cair pada perancangan pabrik ini. Karena limbah kulit durian sebagian besar tersusun atas selulosa (60,45%), hemiselulosa (13,09%), lignin (15,45%), dan zat kimia lainnya (11,01%), maka limbah ini berpotensi untuk dimanfaatkan menjadi asap cair yang digunakan sebagai bahan pengawet makanan. Pada perancangan pabrik asap cair ini bermaksud mendirikan kantor pusat di Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Perusahaan ini berbadan hukum perseroan terbatas, dengan kapasitas produksi 3700 Kl/tahun. Perancangan pabrik asap cair dengan menggunakan destilator sebagai alat utama. Destilator merupakan bejana tegak dengan tutup atas dan tutup bawah berbentuk torispherical. Kolom destilasi pada prarancangan pabrik ini menggunakan jenis sieve tray dengan jenis aliran reserve flow. Kajian ekonomi menunjukkan bahwa pembangunan Pabrik Asap Cair layak dilaksanakan dengan estimasi investasi sebagai berikut: Total investasi modal (TCI) sebesar Rp 7.036.386.042; periode pembayaran (POT) selama satu tahun; dan tingkat pengembalian investasi (ROI) sebelum dan sesudah pajak sebesar 56% dan 50%. Titik impas (BEP) sebesar 39,04% dan tingkat pengembalian internal (IRR) sebesar 19,108%.
</summary>
<dc:date>2024-08-29T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pra Rancang Bangun Pabrik Biodiesel Dari Dedak Padi  Menggunakan Proses Transesterifikasi Dengan Kapasitas 1.500.000 Liter/Tahun</title>
<link href="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/3917" rel="alternate"/>
<author>
<name>Masan, NWT</name>
</author>
<author>
<name>Yuniningsih, S</name>
</author>
<author>
<name>Anggraini, SPA</name>
</author>
<id>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/3917</id>
<updated>2024-09-13T04:41:06Z</updated>
<published>2024-08-29T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pra Rancang Bangun Pabrik Biodiesel Dari Dedak Padi  Menggunakan Proses Transesterifikasi Dengan Kapasitas 1.500.000 Liter/Tahun
Masan, NWT; Yuniningsih, S; Anggraini, SPA
Bioenergi merupakan sumber utama solusi energi di Indonesia. Kuantitas energi yang dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup energi yang sering kali berasal dari sumber daya alam semakin meningkat. Melimpahnya sumber daya alam yang tidak terbarukan, seperti bahan bakar fosil, sangat kontras dengan hal ini. Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dapat dilakukan dengan penggunaan pengganti biodiesel yang ramah lingkungan. Biodiesel merupakan istilah untuk bahan bakar alternatif yang diproduksi dari minyak bekas, lemak hewani, atau minyak nabati. Dalam hal pelumasan piston mesin, keunggulan biodiesel dibandingkan bahan bakar diesel berbasis minyak bumi antara lain lebih ramah lingkungan, mudah terurai secara hayati, dan memiliki pasokan bahan baku yang konstan. Dedak padi digunakan sebagai bahan awal untuk biodiesel ini, dengan kapasitas tahunan sebesar 1.500.000 liter. Dua metode berbeda digunakan untuk memproduksi biodiesel ini: prosedur transesterifikasi menggunakan katalis asam (H2SO4) dan teknik dekarboksilasi. Wilayah Jember adalah lokasi pabrik ini. Temuan analisis ekonomi meliputi BEP: 39,52%, ROI: 53%, dan IRR: 20,8076%.
</summary>
<dc:date>2024-08-29T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
