<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/26">
<title>Pendidikan Guru Sekolah Dasar</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/26</link>
<description>Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4659"/>
<rdf:li rdf:resource="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4658"/>
<rdf:li rdf:resource="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4657"/>
<rdf:li rdf:resource="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4656"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-05-02T20:13:31Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4659">
<title>Pewarisan Kearifan Lokal Tari Grebeg Sabrang di SDN 2 Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4659</link>
<description>Pewarisan Kearifan Lokal Tari Grebeg Sabrang di SDN 2 Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang
Pahut, PT; Anwar, MFN; Sugiharto, FB
Penelitian mengenai pewarisan kearifan lokal Tari Grebeg Sabrang di SDN 2 Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang menyoroti peran penting pendidikan dasar dalam pelestarian budaya tradisional. Tari Grebeg Sabrang merupakan salah satu warisan seni khas Malang yang kaya akan nilai religius, solidaritas sosial, dan penghormatan terhadap leluhur. Penanaman nilai-nilai tersebut kepada siswa dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler serta kolaborasi antara guru, tokoh masyarakat, dan keluarga. Namun, proses pewarisan ini tidak lepas dari tantangan, terutama rendahnya minat siswa terhadap seni tradisional akibat pengaruh globalisasi. Untuk mengatasinya, pihak sekolah mengintegrasikan pembelajaran budaya ke dalam kegiatan belajar-mengajar, melibatkan komunitas adat, serta mengembangkan metode pembelajaran kontekstual yang mengedepankan praktik langsung. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi strategi pewarisan yang dilakukan di lingkungan sekolah, serta mengkaji peran aktif keluarga dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan Tari Grebeg Sabrang. Selain memberikan kontribusi teoritis terhadap studi pelestarian budaya lokal di tingkat sekolah dasar, hasil penelitian ini juga diharapkan menghasilkan rekomendasi praktis bagi institusi pendidikan dalam mengembangkan pembelajaran berbasis budaya yang kontekstual, relevan, dan membentuk karakter peserta didik yang mencintai warisan leluhur mereka.
</description>
<dc:date>2025-08-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4658">
<title>Implementasi Model Problem Based Learning Bebrbasis Kearifan Lokal Melalui Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas 3</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4658</link>
<description>Implementasi Model Problem Based Learning Bebrbasis Kearifan Lokal Melalui Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas 3
Mura, M; Sugiharto, FB; Rozhana, KM
Pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar perlu diintegrasikan dengan nilai-nilai kearifan lokal guna membentuk karakter siswa yang cinta budaya dan menghargai keberagaman. Pendekatan berbasis masalah (Problem Based Learning/PBL) menjadi strategi efektif karena mendorong siswa berpikir kritis dan terlibat langsung dalam penyelesaian persoalan yang relevan dengan konteks budaya. Model ini juga mampu menumbuhkan toleransi dan kepedulian terhadap perbedaan budaya, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan bahan ajar berbasis lokal, minimnya pelatihan guru, serta rendahnya pemahaman siswa terhadap keanekaragaman budaya, terutama di wilayah homogen. Oleh karena itu, diperlukan kurikulum yang lebih responsif, pendekatan kontekstual, dan metode belajar berbasis pengalaman langsung seperti proyek sosial, kunjungan budaya, serta pengenalan tradisi setempat. Harapannya, siswa tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai kebangsaan dan budaya dalam kehidupan nyata, membangun rasa persatuan, dan memperkuat identitas nasional di tengah pluralitas Indonesia.
</description>
<dc:date>2025-08-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4657">
<title>Studi Kasus Intergrasi Kearifan Lokal Dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Di Sd Merjosari 1 Kota Malang:Upaya Menumbuhkan Identitas Budaya Siswa</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4657</link>
<description>Studi Kasus Intergrasi Kearifan Lokal Dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Di Sd Merjosari 1 Kota Malang:Upaya Menumbuhkan Identitas Budaya Siswa
Uru, JRB; Sugiharto, FB; Chotimah, C
Pendidikan berperan strategis dalam membentuk karakter siswa yang berakar pada identitas budaya bangsa. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif dalam mencapai tujuan ini adalah integrasi nilai-nilai kearifan lokal ke dalam proses pembelajaran. Nilai-nilai tersebut tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat, sehingga sangat relevan untuk diadopsi dalam pembelajaran kontekstual yang menumbuhkan Profil Pelajar Pancasila. Kurikulum Merdeka melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) menyediakan ruang konkret untuk menginternalisasi nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari pembentukan kepribadian siswa. Pendekatan berbasis budaya lokal telah memperkaya proses belajar, meningkatkan keterlibatan siswa, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan leluhur. Namun demikian, implementasinya di sekolah masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan bahan ajar, rendahnya pemahaman guru, serta kurangnya eksposur siswa terhadap budaya daerahnya sendiri. Kondisi tersebut juga ditemukan di SD Merjosari 1 Kota Malang, yang menunjukkan bahwa potensi budaya lokal belum dimanfaatkan secara optimal dalam pembelajaran. Upaya kolaboratif antara sekolah, komunitas budaya, dan orang tua menjadi kunci dalam mengoptimalkan strategi pembelajaran berbasis kearifan lokal. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang mendalam untuk menggali strategi guru dalam mewariskan kearifan lokal melalui pembelajaran tematik yang kontekstual dan bermakna bagi siswa sekolah dasar
</description>
<dc:date>2025-08-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4656">
<title>Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Mata Pelajaran IPS Kelas V SDN Merjosari 1 Kota Malang</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4656</link>
<description>Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Mata Pelajaran IPS Kelas V SDN Merjosari 1 Kota Malang
Mayang, DK; Rozhana, KM; Sugiharto, FB
Kurikulum Merdeka dikembangkan sebagai pengembangan Kurikulum 2013 untuk menanggulangi dampak hilangnya pembelajaran selama pandemi COVID-19. Ajaran Ki Hajar Dewantara yang menekankan keunikan dan keragaman setiap siswa menjadi landasan program ini. Salah satu taktik utama dalam program ini adalah pembelajaran yang disesuaikan dengan minat, gaya belajar, dan kesiapan siswa. Pendekatan ini menuntut guru untuk memahami karakteristik individu setiap siswa guna meningkatkan keberhasilan dan pentingnya proses pembelajaran.  Kondisi ini mendorong peneliti untuk mempelajari lebih lanjut tentang penerapan strategi pembelajaran yang dimodifikasi di kelas
</description>
<dc:date>2025-08-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
