<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/38">
<title>Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/38</link>
<description>LPPM Universitas Tribhuwana Tunggadewi</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4849"/>
<rdf:li rdf:resource="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4782"/>
<rdf:li rdf:resource="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4697"/>
<rdf:li rdf:resource="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4696"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-30T10:04:45Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4849">
<title>GERIATRIC GAME 0.1 Inovasi Terapi Rekreasi Ramah Lingkungan untuk Stimulasi Fungsi Kognitif Lansia</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4849</link>
<description>GERIATRIC GAME 0.1 Inovasi Terapi Rekreasi Ramah Lingkungan untuk Stimulasi Fungsi Kognitif Lansia
Devi, Hilda Mazarina; Rosdiana, Yanti; Kusumaningsih, Amalia
Jumlah penduduk berusia tua bertambah merata di penjuru dunia. Pada 2050, UN memperkirakan satu dari 6 orang penduduk dunia akan berusia 65+ dengan masalah fungsi kognitif. Inovasi teknologi ramah lingkungan Geriatric game 0.1 dirancang untuk lansia menggunakan olahan tutup botol plastik sebagai bahan daur ulang dapat meminimalisir pencemaran lingkungan, menciptakan barang bernilai ekonomi, termasuk memperkuat penyelarasan kehidupan harmonis dengan lingkungan. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh Geriatric Game 0.1 dan terapi rekreasi senam otak lansia terhadap fungsi kognitif lansia. Variabel fungsi kognitif diukur Mini-Mental State Examination (MMSE)-11. Desain penelitian Randomized Control Treatment pada kelompok intervensi diberikan puzzle, tic tac toe dan senam otak sedangkan kelompok kontrol hanya diberikan senam otak sebanyak 10x rangkaian terapi selama 3 bulan (Agustus – Oktober 2025). Sampel penelitian adalah lansia yang dirawat di Ruang Psikogeriatri RS dr Radjiman Wediodiningrat Lawang. Data pre-post dianalisa menggunakan Paired t-test. Hasil uji pengaruh menunjukkan peningkatan signifikan fungsi kognitif di kelompok intervensi (p-value 0.000 &lt; 0.05). Skor rerata MMSE pada kelompok intervensi awalnya 20 (Sedang) meningkat 3,7 poin menjadi 23,7 (Ringan) di akhir perlakuan. Perbaikan signifikan terjadi pada kemampuan orientasi (p-value 0,001&lt;0,05); atensi &amp; kalkulasi (p-value 0,043&lt;0,05), dan kemampuan recall (p-value 0,013&lt;0,05). Geriatric game 0.1 bersama senam otak layak diintegrasikan dalam praktik keperawatan berkelanjutan pada kelompok lansia dengan penurunan fungsi kognitif karena selain mendukung praktik ekonomi sirkular juga meningkatkan hubungan profesional yang lebih harmonis antara perawat dan lansia.
Jumlah penduduk berusia tua bertambah merata di penjuru dunia. Pada 2050, UN memperkirakan satu dari 6 orang penduduk dunia akan berusia 65+ dengan masalah fungsi kognitif. Inovasi teknologi ramah lingkungan Geriatric game 0.1 dirancang untuk lansia menggunakan olahan tutup botol plastik sebagai bahan daur ulang dapat meminimalisir pencemaran lingkungan, menciptakan barang bernilai ekonomi, termasuk memperkuat penyelarasan kehidupan harmonis dengan lingkungan. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh Geriatric Game 0.1 dan terapi rekreasi senam otak lansia terhadap fungsi kognitif lansia. Variabel fungsi kognitif diukur Mini-Mental State Examination (MMSE)-11. Desain penelitian Randomized Control Treatment pada kelompok intervensi diberikan puzzle, tic tac toe dan senam otak sedangkan kelompok kontrol hanya diberikan senam otak sebanyak 10x rangkaian terapi selama 3 bulan (Agustus – Oktober 2025). Sampel penelitian adalah lansia yang dirawat di Ruang Psikogeriatri RS dr Radjiman Wediodiningrat Lawang. Data pre-post dianalisa menggunakan Paired t-test. Hasil uji pengaruh menunjukkan peningkatan signifikan fungsi kognitif di kelompok intervensi (p-value 0.000 &lt; 0.05). Skor rerata MMSE pada kelompok intervensi awalnya 20 (Sedang) meningkat 3,7 poin menjadi 23,7 (Ringan) di akhir perlakuan. Perbaikan signifikan terjadi pada kemampuan orientasi (p-value 0,001&lt;0,05); atensi &amp; kalkulasi (p-value 0,043&lt;0,05), dan kemampuan recall (p-value 0,013&lt;0,05). Geriatric game 0.1 bersama senam otak layak diintegrasikan dalam praktik keperawatan berkelanjutan pada kelompok lansia dengan penurunan fungsi kognitif karena selain mendukung praktik ekonomi sirkular juga meningkatkan hubungan profesional yang lebih harmonis antara perawat dan lansia.
</description>
<dc:date>2026-09-03T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4782">
<title>NAKULA : Kesatria Tanpa Takut Ketinggalan</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4782</link>
<description>NAKULA : Kesatria Tanpa Takut Ketinggalan
Rosdiana, Yanti
Di era digital, media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari remaja. Namun, di balik like, story, dan konten viral, ada banyak hal yang sering tidak terlihat: perasaan takut tertinggal, kebiasaan membandingkan diri, tekanan untuk selalu tampil sempurna. Melalui kisah Rafi, Nakula, dan Tari, buku ini mengajak pembaca untuk melihat lebih dalam — bukan hanya mengikuti arus, tapi juga belajar melangkah dengan bijak di dunia digital. Cerita yang ringan, dekat dengan kehidupan remaja, dan penuh pesan bermakna. Buku ini merupakan bagian dari program literasi kreatif untuk pelajar SMP yang didukung oleh Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Di era digital, media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari remaja. Namun, di balik like, story, dan konten viral, ada banyak hal yang sering tidak terlihat: perasaan takut tertinggal, kebiasaan membandingkan diri, tekanan untuk selalu tampil sempurna. Melalui kisah Rafi, Nakula, dan Tari, buku ini mengajak pembaca untuk melihat lebih dalam — bukan hanya mengikuti arus, tapi juga belajar melangkah dengan bijak di dunia digital. Cerita yang ringan, dekat dengan kehidupan remaja, dan penuh pesan bermakna. Buku ini merupakan bagian dari program literasi kreatif untuk pelajar SMP yang didukung oleh Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
</description>
<dc:date>2025-11-07T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4697">
<title>KESEHATAN REMAJA</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4697</link>
<description>KESEHATAN REMAJA
Putri, Rona Sari Mahaji; Devi, Hilda Mazarina; Rosdiana, Yanti; Kurnia, Ninda Putri Ardila
Masa remaja merupakan tahap perkembangan penting yang ditandai dengan perubahan fisik, mental, dan sosial. Pada fase ini, remaja rentan menghadapi berbagai persoalan kesehatan yang berkaitan dengan penyakit maupun kebiasaan hidup sehari-hari. Permasalahan sakit dan gaya hidup seperti gastritis, scabies, HIV/AIDS, dan gangguan tidur sering dialami remaja. &#13;
Gastritis termasuk masalah yang kerap dialami remaja, biasanya akibat pola makan tidak teratur, konsumsi makanan instan atau pedas, serta kebiasaan tidur larut malam. Pencegahan dapat dilakukan melalui pengaturan pola makan, memilih asupan bergizi, serta mengendalikan stres dengan baik. Scabies atau kudis juga cukup banyak ditemui, terutama di lingkungan dengan kebersihan yang rendah dan kepadatan tinggi. Penyakit kulit menular ini disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei, ditandai dengan gatal hebat pada malam hari disertai lesi pada kulit. HIV/AIDS menjadi isu kesehatan yang serius bagi remaja, terutama mereka yang melakukan perilaku berisiko. Gangguan tidur juga banyak dialami remaja akibat kebiasaan begadang, stres akademik, penggunaan gawai berlebihan, maupun faktor psikologis. Kurang tidur berdampak pada daya konsentrasi, prestasi belajar, suasana hati, hingga kesehatan fisik. Dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mengatur keseimbangan aktivitas, serta mendapat dukungan dari keluarga, sekolah, dan masyarakat, remaja dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih sehat, kuat, dan produktif.
Masa remaja merupakan tahap perkembangan penting yang ditandai dengan perubahan fisik, mental, dan sosial. Pada fase ini, remaja rentan menghadapi berbagai persoalan kesehatan yang berkaitan dengan penyakit maupun kebiasaan hidup sehari-hari. Buku Kesehatan Remaja: Permasalahan Sakit dan Gaya Hidup mengulas beberapa isu utama yang sering dialami remaja, seperti gastritis, scabies, HIV/AIDS, dan gangguan tidur, sekaligus menekankan pentingnya gaya hidup sehat untuk pencegahan dan penanganan.&#13;
Gastritis termasuk masalah yang kerap dialami remaja, biasanya akibat pola makan tidak teratur, konsumsi makanan instan atau pedas, serta kebiasaan tidur larut malam. Pencegahan dapat dilakukan melalui pengaturan pola makan, memilih asupan bergizi, serta mengendalikan stres dengan baik. Scabies atau kudis juga cukup banyak ditemui, terutama di lingkungan dengan kebersihan yang rendah dan kepadatan tinggi. Penyakit kulit menular ini disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei, ditandai dengan gatal hebat pada malam hari disertai lesi pada kulit. HIV/AIDS menjadi isu kesehatan yang serius bagi remaja, terutama mereka yang melakukan perilaku berisiko. Buku ini menekankan pentingnya pemahaman tentang seks yang sehat, praktik hubungan yang aman, serta menghindari penggunaan jarum suntik secara bergantian. Selain itu, perlu adanya penghapusan stigma terhadap penderita agar mereka memperoleh perawatan dan dukungan sosial yang memadai. Gangguan tidur juga banyak dialami remaja akibat kebiasaan begadang, stres akademik, penggunaan gawai berlebihan, maupun faktor psikologis. Kurang tidur berdampak pada daya konsentrasi, prestasi belajar, suasana hati, hingga kesehatan fisik. &#13;
Secara keseluruhan, buku ini menegaskan bahwa kesehatan remaja sangat dipengaruhi oleh gabungan antara penyakit dan pola hidup. Permasalahan gastritis, scabies, HIV/AIDS, dan gangguan tidur menjadi contoh nyata yang perlu diantisipasi. Dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mengatur keseimbangan aktivitas, serta mendapat dukungan dari keluarga, sekolah, dan masyarakat, remaja dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih sehat, kuat, dan produktif.
</description>
<dc:date>2025-09-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4696">
<title>Aku dan Masa Pubertas ( Seri Perempuan)</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4696</link>
<description>Aku dan Masa Pubertas ( Seri Perempuan)
Masa pubertas menjadi salah satu masa yang dilalui seseorang menjelang remaja. Berbagai perubahan terjadi mulai dari fisik dan psikis, namun seringkali tidak dipahami oleh remaja awal. Pengetahuan yang kurang akan memberikan dampak pada sikap dan perilaku remaja awal dalam menyikapi berbagai hal di masa pubertas. Pendidikan di masa pubertas seringkali dianggap “tabu” oleh remaja awal, sehingga cenderung kurang diperhatikan dan dibahas. Dibutuhkan sebuah pendidikan kesehatan yang mudah dipahami remaja, bisa diterima, menjadi ilmu yang ringan dan tanpa disadari memberikan kemanfaatan untuk remaja. Buku pembelajaran kesehatan reproduksi yang dikemas dalam bentuk komik ini, ditujukan untuk remaja awal sebagai petunjuk  dalam menghadapi masa pubertas. Buku ini juga mengulas persiapan remaja saat pubertas dan haid, termasuk ciri dan tanda pubertas, dan cara mengatasi permasalahan saat haid. Penulis berharap, buku ini mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja awal tentang masa pubertas.
Masa pubertas menjadi salah satu masa yang dilalui seseorang menjelang remaja. Berbagai perubahan terjadi mulai dari fisik dan psikis, namun seringkali tidak dipahami oleh remaja awal. Pengetahuan yang kurang akan memberikan dampak pada sikap dan perilaku remaja awal dalam menyikapi berbagai hal di masa pubertas. Pendidikan di masa pubertas seringkali dianggap “tabu” oleh remaja awal, sehingga cenderung kurang diperhatikan dan dibahas. Dibutuhkan sebuah pendidikan kesehatan yang mudah dipahami remaja, bisa diterima, menjadi ilmu yang ringan dan tanpa disadari memberikan kemanfaatan untuk remaja. Buku pembelajaran kesehatan reproduksi yang dikemas dalam bentuk komik ini, ditujukan untuk remaja awal sebagai petunjuk  dalam menghadapi masa pubertas. Buku ini juga mengulas persiapan remaja saat pubertas dan haid, termasuk ciri dan tanda pubertas, dan cara mengatasi permasalahan saat haid. Penulis berharap, buku ini mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja awal tentang masa pubertas.
</description>
<dc:date>2025-05-15T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
