<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/76">
<title>Mahasiswa</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/76</link>
<description>Skripsi Mahasiswa Program Studi S1 Peternakan</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4739"/>
<rdf:li rdf:resource="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4728"/>
<rdf:li rdf:resource="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4727"/>
<rdf:li rdf:resource="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4726"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-05-02T19:22:21Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4739">
<title>Pengaruh Indeks Kenyamanan Terhadap Efisiensi Reproduksi dan Fertilitas Induk Sapi Perah Pada Sistem Kandang Tertutup</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4739</link>
<description>Pengaruh Indeks Kenyamanan Terhadap Efisiensi Reproduksi dan Fertilitas Induk Sapi Perah Pada Sistem Kandang Tertutup
Neno, FA; Supartini, N; Astuti, FK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai bagaimana Indeks Kelembaban Suhu (THI) mempengaruhi kesuburan dan efisiensi reproduksi sapi perah yang dipelihara dalam sistem kandang tertutup. Pengukuran suhu dan kelembaban kandang serta data reproduksi sapi digunakan dalam penelitian, yang dilakukan di sebuah peternakan sapi perah di Kabupaten Malang antara Agustus dan September 2025. Menurut temuan tersebut, THI rata-rata berada dalam kisaran yang sehat; namun demikian, nilai THI yang lebih tinggi dikaitkan dengan Layanan per Konsepsi yang lebih tinggi, Interval Calving, dan Hari Terbuka, dan tingkat keberhasilan konsepsi yang lebih rendah. Kisaran THI tertentu menghasilkan hasil reproduksi yang optimal, meskipun faktanya kandang tertutup mampu mengurangi dampak stres panas. Pemantauan THI yang sering dan kontrol suhu kandang merupakan komponen penting dalam meningkatkan kesuburan sapi perah di daerah tropis, karena sistem kandang tertutup telah terbukti lebih berhasil secara keseluruhan dalam menjaga stabilitas iklim mikro dan meningkatkan efisiensi reproduksi.
</description>
<dc:date>2025-11-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4728">
<title>Minat dan Potensi Pekerjaan di Bidang Peternakan pada Pemuda Dengan Latar Belakang Pendidikan Peternakan (Studi Kasus Alumni Peternakan Unitri Malang)</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4728</link>
<description>Minat dan Potensi Pekerjaan di Bidang Peternakan pada Pemuda Dengan Latar Belakang Pendidikan Peternakan (Studi Kasus Alumni Peternakan Unitri Malang)
Sumarjo, Y; Astuti, FK; Rinanti, RF
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang dipikirkan lulusan tentang peluang kerja di industri peternakan, apa yang memengaruhi keinginan kaum muda untuk bekerja atau mendirikan usaha peternakan mereka sendiri, dan apa saja hambatan yang mereka hadapi saat melakukannya. Metodologi deskriptif dan strategi penelitian kuantitatif digunakan. Alumni Program Studi Peternakan Universitas Tribhuwana Tunggadewi di Malang menjadi responden penelitian. Mereka dipilih secara khusus berdasarkan standar yang telah ditentukan. Survei daring digunakan untuk mengumpulkan data, dan wawancara serta materi pendamping juga digunakan. Menurut temuan analisis, minat kaum muda terhadap peternakan sangat berkorelasi dengan pengetahuan, motivasi, lingkungan, dan peluang komersial mereka. Namun secara terpisah, hanya lingkungan yang memiliki dampak positif; elemen lain seringkali memiliki dampak negatif pada minat ini. Modal perusahaan yang terbatas, kesenjangan antara teori yang dipelajari di sekolah dan pengalaman lapangan, dan kurangnya semangat untuk bersaing dengan industri lain adalah masalah utama yang dihadapi lulusan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan keterlibatan kaum muda dalam industri peternakan, diperlukan inisiatif strategis dalam bentuk bimbingan, pelatihan kewirausahaan, dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan.
</description>
<dc:date>2025-11-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4727">
<title>Kualitas Pembuatan Telur Pindang Dengan Sumber Tanin Terhadap Ph, Susut Masak dan Uji Organoleptik</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4727</link>
<description>Kualitas Pembuatan Telur Pindang Dengan Sumber Tanin Terhadap Ph, Susut Masak dan Uji Organoleptik
Kasmen, Y; Afrila, A; Rinanti, RF
Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas pindang dengan menggunakan berbagai tanin alami, termasuk kulit bawang merah, daun teh, dan daun salam, berdasarkan pH, susut masak, dan uji organoleptik. Tanaman dengan tanin diklaim dapat meningkatkan atribut sensorik dan fisik pindang, termasuk tekstur, aroma, rasa, dan peringatan. Di Laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang, penelitian dilakukan dari tanggal 15–17 Juli 2025, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3x3 pola faktorial dengan tiga tugas dan tiga kali ulangan. Karakteristik organoleptik, susut masak, dan pH merupakan beberapa parameter yang dibahas. Susut masak dan pH tidak dipengaruhi secara signifikan oleh jenis tanin sumber yang digunakan, menurut hasil analisis (P &lt; 0,01). Namun, P3 (kulit bawang merah) bekerja paling baik ketika susut masak berada pada 0,15 dan pH sekitar 0,23. Selain itu P3 mempunyai nilai uji organoleptik terbesar pada peringatan cangkang (0,11), peringatan albumen (0,00), dan tekstur albumen (0,17). Selain itu, perlakuan P3 mempunyai total NH terbesar (0,67), yang menunjukkan bahwa kulit bawang mungkin akan mendapat manfaat dari mutu telur pindang pada suatu saat.
</description>
<dc:date>2025-11-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4726">
<title>Kajian Jenis Unggas dan Substitusi Tepung Ketela Ungu Terhadap Kadar Lemak, Warna dan Organoleptik Pada Burger</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4726</link>
<description>Kajian Jenis Unggas dan Substitusi Tepung Ketela Ungu Terhadap Kadar Lemak, Warna dan Organoleptik Pada Burger
Paron, W; Handayani, S; Afrila, A
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa bagaimana kadar lemak, penampilan warna, dan sifat organoleptik dari item burger yang dibuat dengan ayam dipengaruhi oleh substitusi tepung singkong ungu. Menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RAL), penelitian ini memeriksa dua faktor perlakuan: persentase penggantian tepung singkong ungu (10% dan 20%) dan jenis daging ayam (ayam petelur yang diasapi, bebek, dan bebek entok). Kriteria yang diperiksa adalah kadar lemak, warna menggunakan analisis instrumental (L*, a*, b*, dan ΔE), dan uji organoleptik yang memeriksa tekstur, warna, rasa, dan aroma. Temuan menunjukkan hubungan yang kuat antara kadar lemak dan perubahan jenis daging dan proporsi pengganti. Kadar lemak ayam petelur yang diasapi adalah yang terendah, sedangkan daging bebek paling tinggi. Substitusi hingga 20% tepung singkong ungu mengurangi kadar lemak, terutama pada burger yang dibuat dengan bebek dan bebek entok. Nilai ΔE antara 3,95 dan 6,09 digunakan untuk mengidentifikasi pergeseran warna. Namun, hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa panelis menyukai semua perlakuan, dengan nilai preferensi berkisar antara 5,76 hingga 6,30. Panelis memberikan peringkat persetujuan tertinggi pada burger yang dibuat dari ayam petelur yang telah diasapi. Berdasarkan hasil ini, diputuskan bahwa penggantian tepung singkong ungu sebanyak 20% adalah ideal karena meningkatkan kandungan nutrisi tanpa mengorbankan rasa burger.
</description>
<dc:date>2025-11-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
