<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Fakultas Ilmu Kesehatan</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/12</link>
<description>FIKES Universitas Tribhuwana Tunggadewi</description>
<pubDate>Sat, 02 May 2026 18:54:35 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-05-02T18:54:35Z</dc:date>
<item>
<title>Hubungan Perlakuan Bullying dengan Tingkat Kecemasan pada Korban Bullying di SMP Bhakti Luhur Kecamatan Sukun Kota Malang</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4816</link>
<description>Hubungan Perlakuan Bullying dengan Tingkat Kecemasan pada Korban Bullying di SMP Bhakti Luhur Kecamatan Sukun Kota Malang
Siala, ARD; Perwiraningtyas, P; Handian, FI
Latar Belakang: Bullying merupakan persoalan sosial yang kerap muncul dalam lingkungan pendidikan dan menjadi perhatian serius karena dampaknya terhadap peserta didik dan berdampak serius terhadap kesehatan mental remaja, terutama dalam bentuk kecemasan. Fenomena ini menuntut perhatian lebih dalam konteks keperawatan komunitas dan kesehatan jiwa remaja. Tujuan: Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji keterkaitan antara perilaku bullying dan tingkat kecemasan yang dialami oleh korban bullying di SMP X Kecamatan Sukun Kota Malang. Metode: Penelitian ini menerapkan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 46 siswa dipilih sebagai sampel dari total populasi 51 siswa kelas VII hingga IX, menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner bullying berdasarkan indikator Gaete et al. dan kuesioner kecemasan HARS. Uji statistik yang digunakan adalah Spearman Rank. Hasil: Mayoritas responden mengalami perlakuan bullying kategori rendah (78,3%) dan memiliki tingkat kecemasan ringan (60,9%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku bullying dan tingkat kecemasan (p-value = 0,000; r = 0,485), dengan tingkat kekuatan korelasi berada pada kategori sedang. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara perlakuan bullying dan tingkat kecemasan pada remaja. Penelitian ini menekankan pentingnya peran sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan, khususnya perawat komunitas, dalam mengidentifikasi dan mencegah efek psikologis dari bullying melalui pendekatan promotif dan preventif yang sistematis.
</description>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4816</guid>
<dc:date>2025-11-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Hubungan Komunikasi Terapeutik dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Lavalette Kota Malang</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4815</link>
<description>Hubungan Komunikasi Terapeutik dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Lavalette Kota Malang
Lemos, AN; Maemunah, N; Rosdiana, Y
Sebagai penyedia jasa kesehatan, rumah sakit diwajibkan memberi pelayanannya yang unggul dalam aspek komunikasi antara perawat dan pasien. Efektivitas komunikasi terapeutik perawat akan tercermin pada kepuasan pasien. Studi ini ditujukan mengetahui bagaimana komunikasi terapeutik berhubungan dengan derajat kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Lavalette Malang. Metode cross sectional digunakan dalam riset ini. Dari populasi 61 pasien, 53 pasien ditetapkan sebagai sampel dengan teknik purposive sampling. Variabel bebasnya yakni komunikasi terapeutik, sementara variabel terikatnya yakni kepuasan pasien. Instrumennya berupa kuesioner. Uji statistik yaitu uji Spearman Rank. Temuan menunjukkan bahwa 90,6% pasien merasa perawat di RS Lavalette melakukan komunikasi terapeutik yang baik. 94,3% pasien menunjukkan tingkat kepuasan pada kategori puas. Terdapat hubungan bertingkat sedang antara komunikasi terapeutik dan kepuasannya pasien rawat inap di RS Lavalette (nilai p-value: 0,000&lt;0,05 dan nilai r: 0,572). Penelitian mendatang sebaiknya memperdalam kajian faktor-faktor yang mengimplikasi komunikasi terapeutik, di mana perawat menjadi pelaku utamanya.
</description>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4815</guid>
<dc:date>2025-11-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Hubungan Simulasi Penanganan Luka Bakar Derajat I dengan Kemampuan Penanganan Luka Bakar Derajat I pada Siswa SMPK Bhakti Luhur Kota Malang</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4781</link>
<description>Hubungan Simulasi Penanganan Luka Bakar Derajat I dengan Kemampuan Penanganan Luka Bakar Derajat I pada Siswa SMPK Bhakti Luhur Kota Malang
Lero, KD; Ardiyani, VM; Metrikayanto, WD
Luka bakar adalah masalah yang umum di masyarakat. Jika tidak ditangani dengan baik, luka bakar memiliki risiko tinggi untuk terjadinya infeksi. Oleh karena itu, penting untuk memiliki keterampilan penanganan pertama terhadap luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara simulasi penanganan luka bakar derajat I dan kemampuan siswa dalam menangani luka bakar derajat I di SMPK Bhakti Luhur Kota Malang. Desain ini menerapkan analisis eksperimental di lapangan dengan menggunakan metode satu kelompok pra- dan pasca-tes. Populasi yang menjadi fokus penelitian ini adalah semua Siswa SMPK Bhakti Luhur di Kota Malang, yang berjumlah 51 individu. Sebanyak 51 responden diambil sebagai sampel dengan menerapkan metode pengambilan sampel total. Pengumpulan data mengenai keterampilan pertolongan pertama pada luka bakar dilakukan melalui penggunaan lembar pengamatan. Lakukan analisis data dengan menerapkan uji homogenitas marginal pada tingkat signifikansi α= 0,05. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kemampuan yang kurang dalam menangani luka bakar derajat I sebelum mereka mengikuti simulasi penanganan luka bakar, yaitu sebanyak 68,6%. Sebagian besar responden menunjukkan kemampuan yang baik dalam menangani luka bakar derajat I setelah menjalani simulasi penanganan luka bakar, yaitu sebesar 90,2%. Terdapat hubungan antara simulasi penanganan luka bakar derajat I dan kemampuan siswa dalam menangani luka bakar derajat I di SMPK Bhakti Luhur Kota Malang, dengan nilai p=0,000.Peneliti selanjutnya dapat mempertimbangkan tentang faktor  isu emosional sebagai faktor yang mempengaruhi kemampuan penanganan luka bakar.
</description>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4781</guid>
<dc:date>2025-11-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Hubungan Dukungan Suami Dengan Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah Di Puskesmas Wagir</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4780</link>
<description>Hubungan Dukungan Suami Dengan Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah Di Puskesmas Wagir
Moi, J; Pertiwi, P; Susmini, S
Ibu hamil lebih rentan terhadap anemia karena meningkatnya kebutuhan produksi sel darah merah untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin. Disarankan untuk mengonsumsi suplemen zat besi setiap hari sebagai tindakan pencegahan. Sejumlah variabel, termasuk dukungan dan posisi suami, mempengaruhi efektivitas suplementasi ini. Tujuan penelitian di Puskesmas Wagir ini adalah untuk mengkaji hubungan antara dukungan suami ibu hamil dengan kepatuhan mereka terhadap suplementasi zat besi. Metodologi potong lintang dan desain analitik observasional digunakan dalam penelitian ini. Sampel sebanyak 30 responden dipilih menggunakan prosedur pemilihan acak langsung dari populasi penelitian, yang mencakup 50 ibu hamil. Prasyarat partisipasi meliputi melek huruf, bersedia terlibat sebagai responden, dan berada pada trimester ketiga kehamilan. Lembar observasi kepatuhan suplemen zat besi dan kuesioner dukungan pasangan digunakan untuk mengumpulkan data. Data dianalisis menggunakan uji eksak Fisher. Mayoritas responden melaporkan dukungan pasangan yang sangat baik (51,5%) dan kepatuhan suplemen zat besi yang tinggi (57,6%), menurut temuan tersebut. Terdapat korelasi yang kuat (p = 0,000 &lt; 0,05) antara kepatuhan ibu hamil terhadap suplemen zat besi dan dukungan pasangan. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kepatuhan, seperti motivasi individu dan reaksi obat yang merugikan.
</description>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4780</guid>
<dc:date>2025-11-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
