<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Mahasiswa</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/61</link>
<description>Program Studi Profesi Ners</description>
<pubDate>Sat, 02 May 2026 19:20:41 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-05-02T19:20:41Z</dc:date>
<item>
<title>Asuhan Keperawatan pada Pasien Pneumonia dengan Masalah Keperawatan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif di Ruang IGD RSUD Bangil</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4756</link>
<description>Asuhan Keperawatan pada Pasien Pneumonia dengan Masalah Keperawatan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif di Ruang IGD RSUD Bangil
Rija, ASR; Choeron, RC
Pneumonia adalah penyakit pernapasan akut yang sering terjadi dan menyerang jaringan paru-paru, terutama alveoli. Infeksi bakteri, jamur, atau virus yang menyebabkan peradangan dan meningkatkan produksi sekresi di saluran napas merupakan penyebab penyakit ini. Penyumbatan saluran napas dan gangguan fungsi pernapasan dapat terjadi akibat ketidakmampuan pasien untuk mengeluarkan sekresi melalui batuk. Penyakit ini menyoroti perlunya perawatan yang tepat, terutama dalam hal masalah keperawatan seperti patensi jalan napas yang buruk. Melalui intervensi yang mencakup terapi oksigen, manajemen jalan napas, dan edukasi kesehatan, perawatan keperawatan yang optimal dapat membantu fungsi pernapasan pasien. Temuan studi ini menggambarkan penanganan pasien pneumonia di UGD. Hasilnya dapat membantu prosedur perawatan klinis langsung untuk meningkatkan kualitas perawatan dan menurunkan morbiditas dan kematian akibat pneumonia.
</description>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4756</guid>
<dc:date>2025-11-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Asuhan Keperawatan dengan Masalah Keperawatan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif pada Pasien Pneumonia di Ruang Teratai RSUD Bangil, Pasuruan</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4751</link>
<description>Asuhan Keperawatan dengan Masalah Keperawatan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif pada Pasien Pneumonia di Ruang Teratai RSUD Bangil, Pasuruan
Bani, AN; Ka'arayeno, AJ
Pneumonia adalah infeksi akut pada saluran pernapasan yang memengaruhi alveolus di paru-paru, Penyebab kematian yang signifikan secara global, khususnya menyerang kelompok usia dewasa hingga lanjut usia. Di Indonesia sendiri, penyakit ini menempati peringkat kedelapan sebagai penyebab kematian dengan jumlah korban mencapai sekitar 22.000 jiwa dan termasuk dalam 10 penyakit dengan kasus terbanyak. Berdasarkan data di Jawa Timur pada tahun 2022, tercatat 579 kasus pneumonia impor dan dua kematian. Tujuan studi kasus adalah Mengimplementasi penerapan, Penatalaksanaan keperawatan terhadap pasien yang menderita pneumonia dengan fokus permasalahan bersihan jalan nafas di Ruang Teratai RSUD Bangil., Pasuruan. Metode yang digunakan berupa studi kasus dengan melibatkan tiga orang klien yang telah didiagnosis menderita pneumonia. Permasalahan utama yang diidentifikasi dalam studi ini adalah gangguan pada efektivitas pembersihan jalan napas., Tindakan yang diberikan adalah mengajarkan batuk efektif, kolaborasi pemberian nebulizer, fisioterapi dada, Posisikan semi-fowler dan fowler, Dengan demikian dapat disampaikan bahwa tindakan keperawatan dengan manajemen jalan napas Perlu adanya peningkatan pelayanan yang ada di Rsud terutama dalam menerapkan asuhan keperawatan jiwa khususnya menggunakan masalah primer bersihan jalan nafas tidak efektif.
</description>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4751</guid>
<dc:date>2025-11-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Asuhan Keperawatan pada Pasien Hiperbilirubin dengan Ikterik Neonatus di Ruangan Edelweis RSUD Mardi Waluyo Blitar</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4743</link>
<description>Asuhan Keperawatan pada Pasien Hiperbilirubin dengan Ikterik Neonatus di Ruangan Edelweis RSUD Mardi Waluyo Blitar
Bili, Y; Maemunah, N
Gangguan yang dikenal sebagai hiperbilirubinemia didefinisikan oleh peningkatan kadar bilirubin darah, yang pada neonatus dapat menyebabkan penyakit kuning, yang bermanifestasi sebagai perubahan warna kulit dan sklera. Selain menilai tanda-tanda vital dan suhu setiap empat jam serta mewaspadai efek samping fototerapi seperti diare, ruam kulit, penurunan berat badan, dan kepanasan, perawat sangat penting dalam perawatan bayi baru lahir dengan penyakit kuning. Sebelum perawatan, inkubator dan peralatan fototerapi disiapkan, bayi hanya mengenakan popok, mata mereka ditutup, jarak lampu ditetapkan sesuai dengan protokol, dan tubuh mereka terus-menerus terpapar cahaya. Ibu disarankan untuk menyusui selama 20 hingga 30 menit per sesi, dan popok diganti segera setelah bayi buang air besar. Hasil menunjukkan bahwa kadar bilirubin turun selama tiga hari fototerapi dan bantuan menyusui, yang mengurangi penyakit kuning bayi dan mendukung fototerapi sebagai pilihan pengobatan utama untuk hiperbilirubinemia bayi baru lahir.
</description>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4743</guid>
<dc:date>2025-11-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Asuhan Keperawatan pada Lansia dengan Ansietas Melalui Terapi Musik Klasik di RAAL Griya Asih Lawang</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4742</link>
<description>Asuhan Keperawatan pada Lansia dengan Ansietas Melalui Terapi Musik Klasik di RAAL Griya Asih Lawang
Yelnita, Y; Puspitarini, NA
Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Salah satu masalah psikologis yang sering muncul adalah ansietas, yang dapat menurunkan kualitas hidup lansia. Penanganan ansietas dapat dilakukan melalui terapi non-farmakologis, salah satunya terapi musik klasik. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan tiga responden lansia yang mengalami ansietas di RAAL Griya Asih Lawang. Intervensi diberikan berupa terapi musik klasik selama tujuh hari berturut-turut dengan durasi 10 menit setiap sesi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta pengukuran menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat ansietas pada seluruh responden dari kategori berat menjadi sedang. Selain itu, tampak perbaikan pola tidur, berkurangnya rasa gelisah, dan meningkatnya relaksasi. Hasil ini membuktikan bahwa terapi musik klasik efektif digunakan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis untuk menurunkan ansietas pada lansia. Musik berperan dalam menciptakan suasana tenang serta mengurangi ketegangan psikologis maupun fisiologis. Dengan demikian, terapi musik klasik dapat dijadikan alternatif intervensi dalam praktik keperawatan gerontik, khususnya untuk mengatasi ansietas pada lansia, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup.
</description>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4742</guid>
<dc:date>2025-11-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
