<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Thesis</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/97</link>
<description>Thesis Mahasiswa Magister Ilmu Administasi Publik</description>
<pubDate>Sat, 02 May 2026 19:26:57 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-05-02T19:26:57Z</dc:date>
<item>
<title>Evaluasi Penerapan Aplikasi Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) Guna Mewujudkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa Di Kecamatan Kapuas</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/626</link>
<description>Evaluasi Penerapan Aplikasi Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) Guna Mewujudkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa Di Kecamatan Kapuas
TM, Fetrushio Finambello; Hardianto, WT; Rifa'i, M
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana dampak penggunaan aplikasi SISKEUDES dalam mewujudkan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa di Kecamatan Kapuas. Lokasi penelitian dilakukan di pemerintah desa di wilayah Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk 1) Mengetahui serta menganalisis evaluasi Penerapan Aplikasi SISKEUDES Guna Mewujudkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa di Kecamatan Kapuas, 2) Mengetahui serta menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat Penerapan Aplikasi SISKEUDES di Pemerintah Desa di Wilayah Kecamatan Kapuas, 3) Menghasilkan model evaluasi penerapan Aplikasi SISKEUDES di Pemerintah Desa wilayah Kecamatan Kapuas. &#13;
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tujuan dapat menganalisis lebih dalam terkait topik yang diteliti. Teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling dengan informan adalah Kepala Desa, Kaur Keuangan Desa, Ketua BPD (Desa Penyeladi, Desa Lape, dan Desa Pana) dan Kasi Keuangan Desa Dinas PMPEMDES Kabupaten Sanggau. Pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi, observasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. &#13;
Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan aplikasi SISKEUDES untuk mengelola keuangan desa pada pemerintah desa di Kecamatan Kapuas sudah baik karena mempermudah proses pelaporan pertanggungjawaban dan memberikan hasil pelaporan pengelolaan keuangan yang berkualitas dan akuntabel dengan faktor pendukung penerapan aplikasi tersebut yaitu sarana prasarana, adanya kerjasama yang baik antar perangat desa, dan faktor penghambatnya yaitu keterbatasan SDM, kapasitas sarana yang digunakan, aplikasi masih sering error dan belum berbasis online, adapun model evaluasi yang digunakan pada penerapan aplikasi SISKEUDES adalah model evaluasi CIPP (Context, Input, Proses, and Product) Daniel Stufflebeam’s.
</description>
<pubDate>Thu, 29 Jul 2021 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/626</guid>
<dc:date>2021-07-29T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Fenomena Dan Realitas Sistem Pelayanan Publik Berbasis E-Government Di Kota Batu (Studi Kualitas Pelayanan Sistem Informasi BATT Kota Batu)</title>
<link>https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/142</link>
<description>Fenomena Dan Realitas Sistem Pelayanan Publik Berbasis E-Government Di Kota Batu (Studi Kualitas Pelayanan Sistem Informasi BATT Kota Batu)
Oematan, Aprianus; Sasmito, C; Budi, Prihatminingtyas
Penelitian ini dilakukan mulai bulan Mei s/d bulan Agustus 2018 pada Dinas Komunikasi dan informasi Kota Batu. Jumlah Informan dalam penelitian ini sebanyak 6 (enam) orang termasuk masyarakat pengguna sistem informasi BATT Kota Batu.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif  dengan dengan teknik pengumplan data yang di gunakan adalah model Milles dan Huberman yang mengajukan pertanyaan wawanara terbuka dengan informan dan mengacu pada grand teori. Teknik pemeriksaan data yang digunakan adalah triangulasi data.&#13;
Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi sistem informasi BATT sudah tepat untuk mendukung kinerja pemerintah dalam mewujudkan Pelayanan yang cepat, tepat, efisien dan untuk mengelola sumber daya yang ada serta mendorong Pemerintah dalam pengembangan sistem informasi BATT sebagai sistem yang berbasis E-government dan merupakan sebuah amanah dari Pemerintah pusat kepada setiap pemerintah Daerah dalam mengembangkan daerahnya dengan membangun sistem pemerintahan yang berbasis elektronik (E-goverment) guna meningkatkan pelayanan dan mempercepat pengelolaan sumber daya yang ada demi kesejahtraan dan kemajuan bersama. &#13;
Dalam upaya implementasi kebijakan tersebut terdapat faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat yang perlu diperhatikan. Beriku adalah faktor pendukungnya; (1) Memiliki Potensi wisata alam dan pertaniannya yang nilai cukup baik untuk diolah dengan sistem yang ada. (2) Adanya Undang - Undang yang mendukung Kebijakan dan implementasi sistem informasi BATT (3) Ketersediaan Infrastruktur IT yang cukup untuk mewujudkan implementasi kebijakan sistem informasi BATT. (4). Sistem informasi BATT ini mendapat apresiasi positif oleh Masyarakat dan didukung juga oleh pihak swasta (LintasArta) yang bergerak di bidang IT. &#13;
Sedangkan faktor penghambatnya sebagai berikut; (1). Minimnya SDM Masyarakat yang kurang memadai sehingga terjadinya hambatan dalam pemanfaatan sistem informasi BATT. (2). Kinerja sistem informasi BATT belum sepenuhnya maksimal (performance). (3). Kualitas sumber daya manusia (SDM) peserta atau masyarakat sebagai sasaran implementasi kebijakan sistem informasi BATT yang belum siap secara penuh dengan jaman global untuk memanfaatkan kebijakan tersebut sebagai suatu inovasi pelayanan yang cepat, tepat dan hemat biaya dalam pelayanan maupun pengolahan sumber daya yang ada. (4). Kinerja Pemerintah Kota Batu dalam hal ini Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Batu kurang giat melakukan Sosialisasi sehingga masyarakat sebagiannya belum bisa menggunakan sistem ini.
</description>
<pubDate>Wed, 12 Aug 2020 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/142</guid>
<dc:date>2020-08-12T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
