Analisis Kebutuhan Penanganan Simpang Tiga Tak Bersinyal Pada Jalan Suropati dan Jalan Abdul Gani Kota Batu
Abstract
Karena potensi keindahan alamnya yang luar biasa, Kota Batu dikenal sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Indonesia.Pertumbuhan penduduk yang terjadi setiap tahun menyebabkan pertumbuhan lalu lintas terus meningkat. Kebutuhan alat transportasi semakin hari semakin meningkat. Jumlah kendaraan pada tahun 2018 yaitu 128.050 kend, tahun 2019 yaitu 200.485 (BPS Kota Batu, 2021). Hal ini sering menyebabkan kemacetan di jalan-jalan Kota Batu akibat antrian dan tundaan yang terjadi di persimpangan.
Data primer dan sekunder digunakan dalam penelitian ini, dan teknik observasi lapangan digunakan untuk mengumpulkan data primer, data sekunder menggunakan Data pertumbuhan lalu lintas dan Data Jaringan jalan. analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisa Kondisi eksisting Simpang dan Analisis Solusi Penanganan Simpang.Arus kendaraan di ketiga lengan simpang yang telah diamati, yaitu pada hari sabtu 26 Februari 2022 adalah untuk jam puncak terjadi pada pukul 16.00-17.00 WIB sebesar 3097,6 skr/jam. Analisa hambatan samping pada jam puncak diketahui kondisinya rendah dikarenakan nilai hambatan samping yang tidak melebihi bobo kejadian yaitu 100-299 atau dengan kondisi khusus yaitu pemukiman, beberapa angkutan umum, dll. Solusi yang ditawarkan peneliti yaitu Penempatan beberapa petugas Superlantas agar mempermudah arus lalu lintas.Kapasitas simpang yang sempit yang diakibatkan Banyak individu yang menjual barang di jalan
sehingga lebar setiap lengan menjadi 6,6 dan 7,6 m dengan volume lalu lintas sebesar 3097,6 skr/jam, analisa perilaku lalu lintas pada simpang jalan Surupati diketahui termasuk tingkat pelayanan C dan kapasitas simpang 4411 skr/jam untuk arah Balai kota dan arah Alun-alun sedangkan arah jalan Abdul Gani sebesar 4769 skr/jam.
Collections
- Skripsi [190]