Asosiasi Gula Darah, Kolesterol Dan Tekanan Darah Dengan Kinerja Kognitif Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II (DM TIPE II) Di Puskesmas Kendalsari Kota Malang
Abstract
Diabetes flare-up ditandai dengan tingginya jumlah gula yang tidak terkontrol dalam tubuh dan kelainan kadar gula darah. Jika tidak diobati, peningkatan kadar gula darah dalam tubuh dapat berdampak pada penurunan fungsi kognitif penderita DM Tipe II secara perlahan. Variabel ini meliputi tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pasien DM Tipe II di Puskesmas Kendalsari Kota Malang terhadap tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah terkait dengan kemampuan berpikir jernih. Studi ini bersifat asosiatif.
Berdasarkan perhitungan sampel minimal yang terkumpul, diperoleh sampel sebanyak 40 dari populasi penelitian ini, yang meliputi sebanyak 108 pasien DM di Puskesmas Kendalsari. Kuesioner MoCA-ina dan log observasi digunakan untuk pengumpulan data. Korelasi Pearson adalah jenis analisis data yang digunakan (P value 0,05).). Uji ANOVA menghasilkan nilai P > 0,05, menunjukkan hubungan yang signifikan antara gula darah, kolesterol, dan tekanan darah dengan kinerja kognitif. Kinerja kognitif rata-rata ditemukan SD = 102,840 gr/dl, SD = 42,852 g/dl untuk kolesterol, SD = 15,024 mmHg untuk tekanan darah sistolik, dan SD = 17,714 untuk tekanan darah diastolik. Berdasarkan hasil uji regresi linier, tekanan darah memiliki pengaruh tertinggi terhadap fungsi kognitif, dengan nilai korelasi sebesar 35,7%, diikuti oleh kadar gula darah (33,1%), kolesterol (33,4%), dan tekanan darah (33,0%). ).
Collections
- Skripsi [438]