Strategi Bauran Promosi pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Produk Madu di Area Model Konservasi Edukasi (AMKE) di Kota Batu
Abstract
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) seperti Kawasan Model Pendidikan Konservasi UMKM yang berlokasi di Batu, Malang, Jawa Timur, merupakan jalan umum bagi para pelaku bisnis untuk meningkatkan perekonomian negara. Model Pendidikan Lingkungan di Kawasan UMKM merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai produk unggulan daerah, dengan produk madu sebagai salah satu target utama penelitian. Produk-produk Kawasan Model Konservasi Pendidikan dapat menjangkau khalayak nasional hanya dengan menggunakan barang-barang produksi lokal dari daerah sekitar.
Metode penelitian deskriptif dan kualitatif digunakan dalam jenis penelitian ini. Dalam Kawasan Model Edukasi Konservasi, kajian ini menawarkan strategi bauran pemasaran produk madu UMKM (AMKE). Partisipan dalam penelitian ini adalah ketua/pimpinan, karyawan, dan klien. Dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, data primer dan sekunder dikumpulkan. Tiga tahapan dalam proses analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Strategi bauran promosi yang diterapkan oleh UKM di Kawasan Model Konservasi Pendidikan (AMKE) menjadi pokok temuan studi ini. Kedua, memanfaatkan kemajuan transaksi dengan memberikan limit kepada pembeli yang membeli produk Amke Honey dalam jumlah besar dan memberikan limit pada momen-momen besar tertentu. Ketiga, dengan memanfaatkan event dan pengalaman, seperti mengadakan bazaar, senam massal, pameran, dan kelas. Keempat, manfaatkan hubungan masyarakat dengan menghadiri acara-acara sosial seperti perayaan hari besar Islam dan nasional. Selain itu, kegiatan HUMAS dilakukan melalui pemberian bantuan sosial berupa sumbangan untuk pembangunan sekolah, masjid, atau mushola berwawasan sosial. Kelima, memanfaatkan media sosial dan pemasaran online, khususnya video Instagram, WhatsApp, dan YouTube. Keenam, menggunakan mobile marketing, khususnya aplikasi mbizmarket, yang dapat diunduh oleh konsumen, namun strategi ini tidak efektif karena masyarakat umum masih awam. Ketujuh, memanfaatkan direct advertising dengan media email, telepon dan surat kepada klien lama dan organisasi yang bekerjasama dengan Kawasan Model Instruksi Pelestarian UMKM (AMKE). Kedelapan, personal selling: dalam hal ini, AMKE tidak mengunjungi masyarakat umum atau berinteraksi dengan mereka tentang produk madu mereka. Sebaliknya, mereka menjual produknya secara pribadi melalui word of mouth (WOM) kepada teman, keluarga, dan kenalan.
Collections
- Skripsi [750]