| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan buklet bergambar terapi okupasi dalam asuhan keperawatan jiwa pada pasien dengan gangguan persepsi sensori dan halusinasi yang menjalani perawatan di Puskesmas Bantur, Kabupaten Malang. Pasien yang mengalami halusinasi dan memenuhi kriteria inklusi yaitu siap mengikuti sketsa terapi okupasi selama tiga hari diikutsertakan dalam penelitian ini dengan menggunakan desain studi kasus. Asuhan keperawatan diberikan secara bertahap, meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Analisis deskriptif informasi yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk menilai respons pasien terhadap intervensi. Ketiga pasien melaporkan mengalami gejala halusinasi, seperti mendengar bisikan, berbicara sendiri, kesulitan melakukan kontak mata, dan kesulitan fokus. Setelah buklet bergambar terapi okupasi dibagikan, pasien menunjukkan peningkatan fokus, penurunan halusinasi, dan kemampuan mengekspresikan perasaan melalui menggambar. Latihan menggambar dapat menjadi sarana ekspresi kreatif, komunikasi, dan pengalihan dari stimulan halusinogenik. Buku bergambar yang digunakan dalam terapi okupasi telah terbukti membantu orang dengan gangguan persepsi sensori berkonsentrasi lebih baik, mengurangi halusinasi, dan menyampaikan perasaan mereka. | en_US |