Asuhan Keperawatan pada Pasien CVA (Cerebrovascular Accident) dengan Masalah Keperawatan Resiko Perfusi Serebral Tidak Efektif di Ruang HCU Melati RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan
Abstract
Masalah sirkulasi di otak menyebabkan gangguan mendadak pada fungsi otak yang dikenal sebagai kecelakaan serebrovaskular (CVA). Berkurangnya aliran darah ke otak di antara korban stroke dapat mengganggu pengiriman oksigen dan nutrisi ke jaringan otak dan meningkatkan kemungkinan perfusi serebral yang tidak memadai. Oleh karena itu, perawatan keperawatan harus diberikan oleh perawat meskipun ada kemungkinan perfusi serebral yang tidak memadai. Investigasi perawatan keperawatan untuk pasien CVA (kecelakaan serebrovaskular) dengan masalah keperawatan resiko perfusi serebral yang tidak efisien di Ruang Melati Rumah Sakit Daerah Bangil, Kabupaten Pasuruan, adalah tujuan dari artikel penelitian ini. Studi kasus adalah desain yang digunakan. Tiga pasien CVA yang berisiko perfusi serebral yang tidak efisien di Ruang Melati Rumah Sakit Daerah Bangil di Kabupaten Pasuruan berfungsi sebagai tanggapan. Kemungkinan perfusi serebral yang tidak efisien yang diangkat. Langkah-langkah berikut diambil untuk menangani TIK yang meningkat pada kasus stroke: Observasi: Tentukan sumber TIK yang meningkat, lacak tanda atau gejala TIK yang meningkat, dan lacak MAP. Terapi: Hindari pemberian cairan intravena hipotonik, pertahankan postur semi-Fowler, dan hentikan kejang. Kooperatif saat pemberian antikonvulsan dan sedatif. Kooperatif saat pemberian diuretik osmotik. GCS yang belum kembali normal, sakit kepala, gelisah, cemas, agitasi, dan penurunan tekanan darah menunjukkan bahwa bahaya perfusi serebral yang tidak memadai belum teratasi setelah tiga hari perawatan. Langkah-langkah penatalaksanaan untuk meningkatkan TIK masih diterapkan.
Collections
- Skripsi [137]
