• Login
    View Item 
    •   Beranda Rinjani
    • Fakultas Ilmu Kesehatan
    • Profesi Ners
    • Mahasiswa
    • Skripsi
    • View Item
    •   Beranda Rinjani
    • Fakultas Ilmu Kesehatan
    • Profesi Ners
    • Mahasiswa
    • Skripsi
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Asuhan Keperawatan pada Pasien CVA (Cerebrovascular Accident) dengan Masalah Keperawatan Resiko Perfusi Serebral Tidak Efektif di Ruang HCU Melati RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan

    Thumbnail
    View/Open
    CEK SIMILARITY (806.3Kb)
    ARTIKEL (232.3Kb)
    Date
    2025-11-28
    Author
    Zogara, OMU
    Choeron, RC
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Masalah sirkulasi di otak menyebabkan gangguan mendadak pada fungsi otak yang dikenal sebagai kecelakaan serebrovaskular (CVA). Berkurangnya aliran darah ke otak di antara korban stroke dapat mengganggu pengiriman oksigen dan nutrisi ke jaringan otak dan meningkatkan kemungkinan perfusi serebral yang tidak memadai. Oleh karena itu, perawatan keperawatan harus diberikan oleh perawat meskipun ada kemungkinan perfusi serebral yang tidak memadai. Investigasi perawatan keperawatan untuk pasien CVA (kecelakaan serebrovaskular) dengan masalah keperawatan resiko perfusi serebral yang tidak efisien di Ruang Melati Rumah Sakit Daerah Bangil, Kabupaten Pasuruan, adalah tujuan dari artikel penelitian ini. Studi kasus adalah desain yang digunakan. Tiga pasien CVA yang berisiko perfusi serebral yang tidak efisien di Ruang Melati Rumah Sakit Daerah Bangil di Kabupaten Pasuruan berfungsi sebagai tanggapan. Kemungkinan perfusi serebral yang tidak efisien yang diangkat. Langkah-langkah berikut diambil untuk menangani TIK yang meningkat pada kasus stroke: Observasi: Tentukan sumber TIK yang meningkat, lacak tanda atau gejala TIK yang meningkat, dan lacak MAP. Terapi: Hindari pemberian cairan intravena hipotonik, pertahankan postur semi-Fowler, dan hentikan kejang. Kooperatif saat pemberian antikonvulsan dan sedatif. Kooperatif saat pemberian diuretik osmotik. GCS yang belum kembali normal, sakit kepala, gelisah, cemas, agitasi, dan penurunan tekanan darah menunjukkan bahwa bahaya perfusi serebral yang tidak memadai belum teratasi setelah tiga hari perawatan. Langkah-langkah penatalaksanaan untuk meningkatkan TIK masih diterapkan.
    URI
    https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4706
    Collections
    • Skripsi [137]

    Rinjani Unitri support OAI 2.0 URL  https://rinjani.unitri.ac.id/oai/request
    DSpace software copyright © 2002-2016  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    Atmire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    Login

    Rinjani Unitri support OAI 2.0 URL  https://rinjani.unitri.ac.id/oai/request
    DSpace software copyright © 2002-2016  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    Atmire NV