Pengaruh Simulasi terhadap Kemampuan Rawat Luka Lecet (Vulnus Eskoriasis) pada Remaja Kelas VII-IX SMPK Bhakti Luhur Kota Malang
Abstract
Remaja sering mengalami abrasi (vulnus escoriasis) sebagai akibat dari aktivitas fisik mereka di masyarakat dan di sekolah. Meskipun remaja memiliki banyak harapan untuk mengobati luka kecil, kurangnya pengalaman dan keahlian mereka dapat mencegah hasil penyembuhan terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh simulasi terhadap kapasitas untuk menyembuhkan abrasi pada remaja di kelas VII-IX di SMPK Bhakti Luhur, Kota Malang. Studi kuasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest satu kelompok adalah metodologi penelitian yang digunakan. 51 siswa di kelas VII-IX yang dipilih melalui pendekatan sampel lengkap membentuk populasi penelitian. Lembar observasi tentang teknik perawatan luka berfungsi sebagai alat. Simulasi dijalankan selama 20 menit setiap hari selama dua hari berturut-turut. Setelah simulasi, kapasitas untuk mengobati abrasi meningkat, menurut temuan analisis uji Wilcoxon, dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Menurut temuan penelitian, simulasi secara signifikan meningkatkan kemampuan remaja dalam memperbaiki luka lecet. Kemampuan remaja dalam pertolongan pertama luka lecet dapat ditingkatkan dengan penggunaan simulasi sebagai alat pendidikan kesehatan yang efektif..
Collections
- Skripsi [488]
