Perbandingan Tingkat Stres Antara Mahasiswa Baru dengan Mahasiswa Akhir Prodi Keperawatan Fikes Unitri
Abstract
Stres, yang merupakan respons tubuh dan pikiran terhadap tekanan, dapat berdampak pada kesejahteraan fisik dan emosional seseorang, terutama bagi mahasiswa. Transisi dari sekolah menengah atas ke perguruan tinggi menghadirkan kesulitan bagi mahasiswa baru, sementara mahasiswa tingkat akhir harus berjuang dengan tuntutan menyelesaikan tesis atau tugas akhir mereka. Di Indonesia, 9,8% orang menderita stres, yang meningkatkan risiko bunuh diri, yang dilaporkan telah mencapai 1.350 kasus pada tahun 2025. Penelitian ini mengkaji tingkat stres dari 89 responden yang dipilih secara acak dalam Program Penelitian Keperawatan di Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Fakultas Ilmu Kesehatan Malang, dengan menggunakan metodologi kuantitatif, desain komparatif, dan metodologi potong lintang. Uji Mann-Whitney digunakan untuk memeriksa data setelah dikumpulkan menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10). Hasil ini menunjukkan perbedaan substansial (p = 0,000) antara mayoritas mahasiswa baru dan seluruh mahasiswa tingkat akhir, yang masing-masing melaporkan stres sedang dan stres sangat tinggi. Untuk membantu anak-anak mengatasi tekanan sekolah, hasil ini menyoroti perlunya dukungan sosial, manajemen stres yang efektif, dan konseling.
Collections
- Skripsi [488]
