| dc.description.abstract | Pneumonia adalah infeksi parenkim paru yang ditandai dengan pengisian eksudat dan konsolidasi alveoli. Banyak patogen yang dapat menyebabkan sindrom ini, termasuk bakteri, mikrobakteri, virus, jamur, dan benda asing. Ketika pasien mengalami pneumonia, bersihan jalan napas yang tidak memadai merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering terjadi. Untuk mendemonstrasikan metode asuhan keperawatan pada pasien pneumonia, studi kasus ini dilakukan di Unit Perawatan Intensif Melati, RSUD Bangil, Kabupaten Pasuruan. Observasi langsung dan wawancara dengan metodologi studi kasus digunakan untuk memperoleh data. Ketiga pasien memiliki diagnosis keperawatan yang sama, menurut data evaluasi, yaitu bersihan jalan napas yang tidak memadai yang disebabkan oleh penyumbatan jalan napas yang ditandai dengan penumpukan sekresi yang luas. Pada hari ketiga, masalah keperawatan masih belum sepenuhnya teratasi; pasien pertama (Tn. M) memiliki tekanan darah 110/90 mmHg, denyut nadi 103 kali per menit, RR 24 kali per menit, dan sekresi yang tidak berkurang. Selain itu, pasien kedua (Tn. F) mengalami kesulitan bernapas, sputum berwarna kecoklatan, ronki, TD 122/90 mmHg, RR 23x/menit, dan SpO₂ 97%. Ronki, sputum berwarna kecoklatan, TD 140/100 mmHg, RR 24x/menit, dan SpO₂ 99% juga ditemukan pada pasien ketiga (Tn. A). Untuk menentukan terapi selanjutnya, ketiga pasien masih memerlukan intervensi dan saran medis lebih lanjut. Untuk mencegah kekambuhan dan mempercepat proses penyembuhan, peneliti menyarankan pasien dan keluarga mereka untuk terus mengikuti petunjuk medis dan melakukan pemeriksaan rutin di rumah sakit. | en_US |