| dc.description.abstract | Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang semakin banyak terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Penyakit ini bisa menimbulkan berbagai masalah, baik yang terjadi dalam waktu singkat maupun dalam jangka panjang. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah luka di kaki yang disebabkan oleh diabetes, disebut juga sebagai ulkus diabetikum. Luka ini biasanya terjadi karena kadar gula darah tidak terkontrol dengan baik, sehingga menyebabkan kerusakan saraf perifer, gangguan pada pembuluh darah, dan kemampuan tubuh untuk menyembuhkan luka menjadi buruk. Selanjutnya terjadi luka yang tidak kunjung sembuh, menghasilkan peradangan, luka dalam, dan jaringan mati yang semakin menyebar serta berubah warna menjadi hitam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana asuhan keperawatan pada pasien DM tipe 2 dengan gangguan integritas jaringan kulit di Ruang Melati RSUD Mardi Waluyo Blitar. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Dalam penelitian ini terdapat 3 pasien yang mengalami DM tipe 2 dan gangguan integritas jaringan. Tindakan yang diberikan adalah perawatan pada luka. Sebelum memberikan tindakan, ketiga pasien diperiksa dan ditemukan bahwa kadar gula darah tidak terkontrol dengan baik dan ada luka di kaki. Setelah diberikan perawatan selama tiga hari, diperoleh hasil bahwa pada pasien pertama dan kedua kondisi mereka membaik sesuai dengan kriteria yang ditentukan, seperti berhentinya pendarahan, menghilangnya peradangan di sekitar luka, hilangnya jaringan mati, dan penurunan nyeri. Namun, pada pasien ketiga kondisinya justru semakin memburuk. Perbedaan respons dari pasien terhadap intervensi ini disebabkan oleh perbedaan kemampuan dan daya tahan tubuh masing-masing pasien. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian asuhan keperawatan yang tepat dapat mengurangi risiko komplikasi lainnya. | en_US |