| dc.description.abstract | Bozem Tunggulwulung merupakan ruang terbuka hijau di Kota Malang yang berfungsi sebagai daerah resapan air dan ruang publik masyarakat. Namun, kondisi eksisting menunjukkan berbagai persoalan, seperti vegetasi yang tidak tertata, tidak adanya pembagian zona yang jelas, serta kurang optimalnya fungsi ekologis dan sosial. Oleh karena itu, laporan ini disusun untuk merancang penataan lanskap berbasis pendekatan ekologis, edukatif, dan rekreatif.
Metode perancangan mengacu pada pendekatan Rustam Hakim yang terdiri dari tahapan inventarisasi, analisis, sintesis, konsep, dan perancangan. Analisis tapak mencakup aspek iklim, vegetasi, fauna, topografi, tanah, air, batas wilayah, zonasi, serta aspek sosial budaya. Hasil analisis menunjukkan perlunya pembagian ruang menjadi tiga zona utama, yaitu: zona resapan air, zona publik, dan zona estetika. Zona resapan difokuskan pada penguatan fungsi hidrologis melalui penanaman vegetasi berakar dalam dan sistem drainase terbuka. Zona publik dirancang sebagai ruang interaksi masyarakat yang dilengkapi jalur jogging, taman bermain, dan elemen edukasi lingkungan. Zona estetika ditata dengan taman tropis berlapis untuk menciptakan keindahan visual dan kenyamanan pengunjung.
Desain lanskap juga mencakup elemen pendukung seperti bangku taman dari gabion, papan informasi botani, tempat sampah terpilah, dan lampu taman. Semua elemen tersebut dipilih dengan prinsip keberlanjutan, estetika, serta kesesuaian fungsional terhadap tapak.
Laporan ini menyimpulkan bahwa perancangan lanskap Bozem Tunggulwulung secara sistematis dan berbasis data tapak mampu menghidupkan kembali fungsi ekologis dan sosial kawasan. Bozem ini diharapkan menjadi contoh ruang hijau urban yang inklusif, edukatif, dan adaptif terhadap perubahan lingkungan, sekaligus memperkuat kualitas hidup masyarakat Kota Malang. | en_US |