Peran Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok Tani Margo Mulyo di Desa Selorejo Kecamatan Dau Kabupaten Malang
Abstract
Implementasi program penyuluhan dalam sistem pendidikan nonformal mencakup proses pendidikan yang dikenal sebagai penyuluhan pertanian. Efektivitas program penyuluhan yang dijalankan oleh penyuluh pertanian sebagian besar ditentukan oleh petani. Pembentukan organisasi petani sebagai wadah bagi petani untuk berkumpul dalam merespons tantangan dapat membantu inisiatif di masa mendatang. Peningkatan kapasitas anggota, penguatan kelembagaan, integrasi teknologi, dan kerja sama dengan pemangku kepentingan lainnya merupakan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kelompok tani. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus meningkatkan produksi, efisiensi, dan daya saing mereka. Jumlah penyuluh yang aktif di kelompok tani Margo Mulyo sangat sedikit. Karena fungsi penyuluh sangat erat kaitannya dengan perkembangan kelompok tani dalam kaitannya dengan penyuluhan, masalah ini dapat diatasi dengan melihat bagaimana mereka berkontribusi terhadap pengembangan kelompok tani.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Kuesioner digunakan untuk pengumpulan data, dan pengambilan sampel dilakukan secara purposif; sistem penilaian skala Likert digunakan untuk memeriksa petani yang terlibat dalam kelompok tani Subur Mak Margo Mulyo. Berdasarkan hasil penelitian, penyuluh berperan krusial bagi perkembangan kelompok tani Margo Mulyo di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Berdasarkan analisis skoring skala Likert, peran-peran yang diberikan kepada masing-masing penyuluh adalah: fasilitator (88,89%), motivator (89,18%), mediator (92,80%), inovator (88,18%), dan dinamisator (86,67%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 79,40% kelompok tani mengalami perkembangan. Hal ini menunjukkan kontribusi penyuluh terhadap perkembangan kelompok tani. Di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, fungsi penyuluhan ditunjukkan dengan: kelengkapan administrasi kelompok tani; pembagian tugas dan tenaga kerja antar anggota; penyelenggaraan pertemuan dan arisan anggota; penerapan ilmu pengetahuan kepada kelompok tani dalam pemanfaatan dan pengolahan usaha pertanian; dan penghitungan besarnya modal yang diperoleh dari usaha yang ada di kelompok tani.
Collections
- Skripsi [282]
