| dc.description.abstract | Tomat merupakan tanaman hortikultura yang populer karena nilai ekonominya yang tinggi, meskipun hasilnya masih terbatas. Hal ini disebabkan oleh penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, yang dapat merusak tanah, dan kelangkaan pupuk. Menggunakan pupuk organik, seperti pupuk urin sapi dan kotoran unggas, merupakan salah satu pendekatan yang mungkin sebagai bagian dari pertanian yang bertanggung jawab secara ekologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan bagaimana pupuk yang terbuat dari urin sapi dan kotoran ayam mempengaruhi perkembangan dan hasil tanaman tomat. Penelitian Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial ini dilakukan di lahan petani di Lowokwaru, Kota Malang, antara Januari dan Maret 2024. Dua perlakuan yang digunakan adalah pupuk kandang ayam (5, 10, dan 15 ton/ha) dan pupuk urin sapi (100, 200, dan 300 ml/liter air). Tinggi tanaman, jumlah daun, periode berbunga, jumlah buah, dan berat buah per tanaman semuanya dicatat. Sebelum melanjutkan ke uji BNT, data diperiksa menggunakan uji-F untuk melihat apakah ditemukan pengaruh yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara kedua jenis pupuk untuk semua parameter. Jumlah buah terbanyak (17,81), umur berbunga tercepat (30,67 hari setelah tanam), dan berat buah terbesar (659,15 gram) semuanya dihasilkan oleh dosis pupuk kandang ayam 15 ton/ha. Di sisi lain, pupuk kandang sapi (POC) tidak menunjukkan efek yang nyata. | en_US |