| dc.description.abstract | Taman Teluk Grajakan Pandanwangi menjadi bagian penting dalam penyediaan ruang terbuka hijau bagi masyarakat sekitar, terutama sebagai tempat berkumpul, berolahraga, dan bersantai. Namun, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas lingkungan secara visual, maka penting dilakukan evaluasi terhadap aspek estetika visual lanskap taman ini. Kualitas visual lanskap berperan dalam memengaruhi kenyamanan, persepsi keindahan, serta tingkat ketertarikan pengunjung terhadap suatu ruang terbuka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas visual lanskap Taman Teluk Grajakan Pandanwangi Kota Malang dengan menggunakan metode Scenic Beauty Estimation (SBE), menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode evaluatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang terdiri dari mahasiswa Arsitektur Lanskap. Sebanyak 3 titik lanskap diambil gambarnya dari empat arah pandang berbeda, sehingga menghasilkan total 12 foto lanskap yang kemudian dinilai berdasarkan persepsi estetika visual. Responden memberikan penilaian terhadap foto, yang kemudian dianalisis menggunakan metode SBE. Berdasarkan hasil analisis, lanskap Taman Teluk Grajakan diklasifikasikan ke dalam tiga kategori kualitas visual, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Lanskap dengan kualitas visual tinggi diperoleh dari L5, L9, L11, dan L12 yang memiliki nilai SBE antara 42 hingga 63. Lanskap ini dinilai sangat menarik oleh responden karena memiliki komposisi vegetasi yang rimbun, elemen lanskap alami, serta tatanan ruang yang tertata rapi dan menenangkan. Lanskap dengan kualitas visual sedang mencakup lanskap L3, L6, L7, L8, dan L10 yang memperoleh nilai SBE antara 20 hingga 41. Lanskap ini dinilai cukup indah dan cukup disukai, karena adanya vegetasi namun dengan penataan yang belum maksimal. Lanskap dengan kualitas visual rendah meliputi L1, L2, dan L4 dengan nilai SBE di bawah 19. Lanskap ini cenderung tidak disukai oleh responden karena minim elemen vegetasi, dominasi elemen keras, dan tampilan visual yang monoton serta kurang menarik. Pada area lanskap dengan kualitas visual tinggi, strategi pengelolaan perlu diarahkan untuk menjaga keberlanjutan estetika melalui pemeliharaan rutin, peningkatan fungsi visual, serta perlindungan terhadap elemen-elemen lanskap yang menjadi kontributor utama nilai keindahan, seperti vegetasi peneduh, komposisi ruang terbuka, dan titik pandang strategis. Sementara itu, lanskap berkualitas rendah menjadi prioritas untuk ditingkatkan, khususnya melalui penambahan vegetasi, peningkatan elemen estetis, serta penataan ruang yang lebih menarik dan nyaman. Dengan pengelolaan yang tepat, keberlanjutan estetika lanskap Taman Teluk Grajakan dapat terjaga, sehingga mampu memberikan manfaat visual, ekologis, dan sosial bagi masyarakat secara berkelanjutan. | en_US |