| dc.description.abstract | Kajian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perilaku pengunjung remaja memengaruhi desain ruang publik, khususnya di Taman Gayam Kota Malang. Remaja sebagai salah satu kelompok pengguna utama taman memiliki pola aktivitas dan kebutuhan ruang yang khas, seperti berkumpul, bermain, bersantai, hingga menggunakan media sosial. Hal ini menuntut penyesuaian dalam elemen desain taman agar mampu mengakomodasi kegiatan mereka secara optimal. Taman Gayam, yang mencakup 12.899 meter persegi dan dibangun pada tahun 1928 di Desa Bareng, Kota Malang, dinamai berdasarkan tanaman gayam yang tumbuh di sana. Pohon Gayam, yang secara ilmiah dikenal sebagai Inocarpus fagiferus, adalah spesies umum di Melanesia timur, terutama di Indonesia, dan merupakan sumber nama taman ini. Meskipun Taman Gayam dibangun sebagai ruang terbuka hijau (RTH) dengan fasilitas olahraga seperti lapangan voli dan sepak bola, taman ini sebenarnya tidak terawat dan kurang menarik secara estetika. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya untuk mengembangkan ide perencanaan yang baik untuk Taman Gayam. Perilaku remaja menunjukkan bahwa taman perlu dirancang lebih inklusif dan fleksibel. Penambahan area interaktif, tempat duduk berkelompok, elemen estetis yang Instagramable, serta penerangan dan keamanan yang baik akan meningkatkan keterlibatan remaja dalam aktivitas positif di ruang publik. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi aktivitas pengunjung remaja. Data dianalisis untuk mengidentifikasi hubungan antara jenis perilaku remaja dengan elemen-elemen desain taman, seperti sirkulasi, tempat duduk, vegetasi, pencahayaan, dan fasilitas pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku remaja cenderung membentuk zona-zona informal yang tidak selalu sesuai dengan desain formal taman. Kebutuhan akan ruang interaktif, tempat duduk yang fleksibel, dan area yang mendukung ekspresi diri menjadi aspek penting yang belum sepenuhnya terpenuhi. Oleh karena itu, penyesuaian desain seperti penambahan ruang berkumpul yang nyaman, peningkatan keamanan, serta penyediaan elemen estetis dan fungsional yang mendukung aktivitas sosial remaja sangat disarankan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman terhadap perilaku remaja sebagai pengguna aktif taman publik dapat menjadi dasar penting dalam merancang ulang atau mengembangkan desain taman yang lebih inklusif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan sosial remaja di perkotaan. | en_US |