Show simple item record

dc.contributor.authorSiki, MI
dc.contributor.authorArvianti, EY
dc.contributor.authorKhoirunnisa, N
dc.date.accessioned2025-11-11T04:33:23Z
dc.date.available2025-11-11T04:33:23Z
dc.date.issued2025-11-28
dc.identifier.urihttps://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/4837
dc.description.abstractTujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang memengaruhi tren konsumsi gula pasir di Kota Malang dari tahun 2014 hingga 2024. Mengingat gula pasir merupakan kebutuhan pokok masyarakat dan bahan baku vital bagi industri pangan, pemahaman tentang variasi permintaan menjadi penting untuk mendukung pengambilan keputusan terkait manajemen distribusi dan kebijakan pangan. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini meliputi jumlah penduduk, permintaan gula pasir tahunan, pendapatan per kapita, dan harga gula pasir. Badan Pusat Statistik dan instansi pemerintah menyediakan data tersebut. Permintaan gula pasir (Y) merupakan variabel dependen dalam analisis regresi linier berganda, sedangkan variabel independennya adalah jumlah penduduk (X₃), pendapatan per kapita (X₂), dan harga gula pasir (X₁). Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur seberapa baik variabel independen menjelaskan variabel dependen, uji F digunakan untuk mengevaluasi kesesuaian model, uji t digunakan untuk menilai pengaruh masing-masing variabel, dan uji asumsi klasik digunakan untuk memverifikasi validitas model. Temuan studi menunjukkan bahwa permintaan gula pasir Kota Malang bervariasi dari tahun ke tahun. Pandemi COVID-19 pada tahun 2020 menyebabkan pembelian panik, yang menyebabkan peningkatan terbesar. Analisis regresi menunjukkan bahwa meskipun harga gula pasir cenderung menurunkan permintaan, pendapatan per kapita mendorong peningkatan permintaan. Namun, kedua faktor tersebut tidak signifikan secara statistik. Namun, ukuran populasi memiliki dampak terbesar terhadap permintaan, meskipun hal ini juga tidak signifikan secara statistik pada tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan temuan studi, permintaan gula pasir di Kota Malang lebih dipengaruhi oleh faktor demografi khususnya jumlah penduduk dibandingkan faktor ekonomi seperti harga dan pendapatan. Berdasarkan hasil studi ini, disarankan agar pihak-pihak terkait menetapkan peraturan perundang-undangan yang mengatur penetapan harga dan distribusi gula sebelum momen penting seperti keadaan darurat atau hari raya keagamaan. Pelaku usaha juga perlu menyiapkan prosedur inventaris dan distribusi yang tepat untuk menangani fluktuasi permintaan yang tiba-tiba dan tidak menentu.en_US
dc.description.sponsorshipYayasan Bina Patria Nusantaraen_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherFakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewien_US
dc.subjectKunci: gula pasir, permintaan, harga, pendapatan per kapita, jumlah penduduk, Kota Malang, regresi linier berganda.en_US
dc.titleAnalisis Permintaan Gula Pasir di Kota Malang Tahun 2014-2024en_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.nidnNIDN0703067801
dc.identifier.nidnNIDN0713119002
dc.identifier.nimNIM2021310051
dc.identifier.kodeprodiKODEPRODI54201#AGRIBISNIS


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

  • Skripsi [282]
    Skripsi Mahasiswa Program Studi S1 Arsitektur Lanskap

Show simple item record