Analisis Produksi Kentang (Solanum Tuberosum) Di Indonesia (1992 – 2022)
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan produksi kentang Indonesia dan sejauh mana produksi kentang Indonesia dapat ditingkatkan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yakni data produksi kentang selama 30 tahun (1992 – 2022) yang diperoleh dari FAOSTAT. Selanjutnya dianalisa tentang perkembangan produksi selama 30 tahun dan kemungkinan perkembangan produksi dari 2023 – 2050. Dari hasil analisa, peringkat produksi kentang hingga 2022, diketahui bahwa Indonesia berada pada peringkat ke 40 dunia, sementara di atas Indonesia berturut-turut adalah Chile (peringkat ke 39), Bolivia (peringkat ke 38). Namun di masa depan, dari trend (kecenderungan) produksi, Indonesia akan dapat mengalahkan Chile pada 2050, sehingga posisi Indonesia kelak berada pada urutan ke 39 , sementara Chile berada di bawah Indonesia, meski kondisi Indonesia tidak berada pada peningkatan produksi dengan skenario. Adapun Bolivia mempunyai tingkat produksi yang jauh berada di atas Indonesia, sehingga dengan skenario peningkatan produksi sebesar 50 %, kondisi produksi kentang Indonesia tetap tertinggal di bawah Bolivia pada 2050. Oleh karenanya, hasil analisa prediksi produksi kentang Indonesia pada 2050 adalah, bahwa Indonesia akan dapat mengejar ketertinggalan produksi dengan Chile, sehingga Indonesia akan berada pada peringkat ke 39, sementara Chile berada pada peringkat ke 40, namun Bolivia tetap berada pada peringkat ke 38 dunia.
Collections
- Skripsi [282]
