| dc.description.abstract | Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan penggunaan WhatsApp sebagai alat penyuluhan dan mengevaluasi seberapa baik dukungannya terhadap perluasan jeruk manis di Kelompok Tani Srigading, Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Menggunakan teknik survei, pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan. Prosedur pengambilan sampel acak sederhana yang menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 15% digunakan untuk mengidentifikasi sampel, yang mencakup 32 tanggapan dari 113 produsen jeruk manis yang membentuk populasi penelitian. Wawancara, observasi, dan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data. Selain itu, data dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase untuk menilai keberhasilan penggunaan WhatsApp berdasarkan sejumlah indikator, seperti kemudahan akses informasi, kecepatan komunikasi, tingkat partisipasi petani, pemahaman materi penyuluhan, dan keuntungan aplikasi untuk kegiatan pertanian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa WhatsApp digunakan secara aktif sebagai sarana komunikasi antara penyuluh dan petani, media penyampaian materi penyuluhan, koordinasi kegiatan kelompok, serta forum diskusi dan pemecahan masalah teknis budidaya jeruk manis. Penggunaan WhatsApp dinilai efektif karena mampu mempercepat penyebaran informasi, meningkatkan interaksi dan partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan, serta mempermudah penyuluh dalam melakukan pemantauan dan evaluasi kegiatan. Dengan demikian, WhatsApp terbukti menjadi media penyuluhan yang efisien, mudah diakses, dan relevan untuk mendukung kegiatan penyuluhan pertanian di era digital. | en_US |