Kajian Keberhasilan Transfer Embrio Sapi Peranakan Ongole (PO) dan Tingkat Penerapan Kearifan Lokal Budidaya Sapi PO di Kabupaten Bojonegoro
Abstract
Peternakan sapi pedaging di Kabupaten Bojonegoro sangat bergantung pada kearifan lokal, yang mencakup kepercayaan, pengetahuan, dan praktik tradisional yang telah diwariskan selama berabad-abad dan telah terbukti mendorong keberlanjutan produksi ternak. Namun, masih terdapat kendala yang harus diatasi sebelum teknologi kontemporer seperti transfer embrio dapat digunakan secara luas, terutama di masyarakat yang masih menggunakan cara-cara tradisional. Selain menilai tingkat keberhasilan transfer embrio pada sapi pedaging, penelitian ini juga berupaya menyelidiki sejauh mana pengetahuan lokal dipertahankan dan dipadukan dengan teknologi modern. Teknik-teknik lokal termasuk sistem peternakan tradisional dan pengendalian reproduksi berbasis kebiasaan masih digunakan, menurut penelitian tersebut, yang juga menemukan bahwa usia, pendidikan, dan pengalaman bertani peternak bervariasi. Dari 10 sapi pedaging yang menjalani perawatan transfer embrio, hanya empat yang bunting, dengan tingkat keberhasilan 40%. Temuan ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan teknologi mutakhir dengan kepercayaan lokal yang sudah mengakar masih menghadirkan kendala teknis dan budaya.
Collections
- Skripsi [284]
